<> "The repository administrator has not yet configured an RDF license."^^ . <> . . . "ANALISIS PEMBINGKAIAN KASUS KEBOCORAN DATA FACEBOOK PADA MEDIA KOMPAS.COM DAN REPUBLIKA ONLINE (TANGGAL 5 APRIL 2018)"^^ . "Facebook Pada Media Kompas.com dan Republika Online (Tanggal 5 April 2018). Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya, Program Studi Ilmu Komunikasi, Universitas Pakuan Bogor. Di bawah bimbingan: Wiranta Yudha Ginting dan Dwi Rini Sovia Firdaus.\r\n\r\nPerkembangan teknologi yang sangat pesat di era saat ini menjadikan salah satu teknologi komunikasi menjadi lebih maju dalam penyajiannya. Salah satunya media online dengan kecepatan dalam memberitakan menjadikan media online sebagai media yang begitu banyak di harapkan bisa memberikan informasi pemberitaan dengan cepat dan mudah diakses oleh siapa saja. Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana framing yang dilakukan oleh media online dalam melihat sebuah peristiwa yang akan diberitakan. Serta melihat bagaimana pengaruh kepemilikan dan upaya media online untuk menjaga posisi netral dan objektifitas dalam pemberitaannya. Pemberitaan mengenai Facebook yang mengalami kebocoran data sebagian penggunanya ke perusahaan pihak ketiga bernama Cambridge Analytica tidak hanya berdampak besar bagi media tetapi juga masyarakat. Sebanyak 1 juta data pengguna Facebook di Indonesia masuk dalam total 87 juta data pengguna Facebook yang bocor ke Cambridge Analytica. Ada pro dan kontra dalam menanggapi peristiwa tersebut. Pro dan Kontra penghapusan Facebook yang memuat banyak pagar #deletefacebook di media sosial lainnya menjadi topik yang hangat yang diangkat oleh media. Pada penelitian ini ada 10 berita yang dianalisis dari keseluruhan berita Kompas.com dan Republika Online. Kompas.com memuat 5 berita sedangkan Republika Online memuat 5 berita. Peneliti menggunakan metode pendekatan kualitatif dan menggunakan analisis framing model Zhongdang Pan dan Gerald M. Kosicki. Dalam proses penelitian menunjukan bahwa framing dari kedua media sangat berbeda. Seperti framing Kompas.com lebih menunjukan dalam pemberitaannya mengenai kesalahan Facebook. Sedangkan Republika Online dalam pemberitaannya mengenai solusi dari berbagai pihak dalam mengatasi masalah kebocoran Facebook."^^ . "2019-01-21" . . . "Universitas Pakuan"^^ . . . "Ilmu Komunikasi, Universitas Pakuan"^^ . . . . . . . . . . . . . . . . . "WIRANTA"^^ . "YUDHA GINTING"^^ . "WIRANTA YUDHA GINTING"^^ . . "DESI"^^ . "KURNIASARI"^^ . "DESI KURNIASARI"^^ . . "DWI RINI"^^ . "SOVIA FIRDAUS"^^ . "DWI RINI SOVIA FIRDAUS"^^ . . "Universitas Pakuan"^^ . . . "Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya"^^ . . . "Ilmu Komunikasi"^^ . . . . . . . "ANALISIS PEMBINGKAIAN KASUS KEBOCORAN DATA FACEBOOK PADA MEDIA KOMPAS.COM DAN REPUBLIKA ONLINE (TANGGAL 5 APRIL 2018) (Text)"^^ . . . . . "CamScanner 08-25-2022 13.35.pdf"^^ . . "HTML Summary of #478 \n\nANALISIS PEMBINGKAIAN KASUS KEBOCORAN DATA FACEBOOK PADA MEDIA KOMPAS.COM DAN REPUBLIKA ONLINE (TANGGAL 5 APRIL 2018)\n\n" . "text/html" . . . "Jurnalistik" . .