Efektifitas Undang-Undang No. 32 Tahun 2009 Tentang Perlindungan Dan Pengelolaan Lingkungan Terhadap Sistem Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya Dan Beracun (B3) Di Laboratorium Farmasi Universitas Pakuan

Nurjanah, Siti and H. Insani, Isep and Susilawati K., Tuti (2025) Efektifitas Undang-Undang No. 32 Tahun 2009 Tentang Perlindungan Dan Pengelolaan Lingkungan Terhadap Sistem Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya Dan Beracun (B3) Di Laboratorium Farmasi Universitas Pakuan. Skripsi thesis, Universitas pakuan.

Full text not available from this repository.

Abstract

Pengelolaan limbah berbahaya dan beracun (B3) di laboratorium farmasi merupakan isu lingkungan yang memerlukan perhatian serius guna melindungi kesehatan manusia dan menjaga kelestarian lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis aspek hukum pengelolaan limbah B3 di Laboratorium Farmasi Universitas Pakuan dengan merujuk pada Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan hukum normatif yang didukung oleh data empiris melalui wawancara mendalam dengan koordinator laboratorium dan mahasiswa, pengamatan partisipatif, serta analisis dokumen. Pengumpulan data dilakukan melalui tinjauan literatur dan penelitian lapangan dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan limbah berbahaya di Laboratorium Farmasi Universitas Pakuan sesuai dengan prinsip-prinsip yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009, termasuk penerapan prinsip kehati- hatian, implementasi hierarki pengelolaan limbah (pencegahan, pengurangan, daur ulang, pengolahan, dan pembuangan akhir), serta kepatuhan terhadap aspek institusional dengan berkolaborasi dengan PT Jasa Medivest sebagai kontraktor berlisensi. Studi ini juga mengidentifikasi enam kategori utama tantangan yang dihadapi: (1) keterbatasan infrastruktur dan fasilitas penyimpanan; (2) kekurangan tenaga ahli dan variasi pemahaman mahasiswa; (3) kompleksitas regulasi dan beban administratif yang tinggi; (4) biaya pengelolaan mencapai Rp 13.986.000 per periode; (5) keterlambatan transportasi dan insiden keamanan minor; dan (6) keterbatasan teknologi pengolahan lokal dan sistem informasi terintegrasi. Solusi yang diusulkan meliputi peningkatan fasilitas penyimpanan dalam 6-12 bulan, program sertifikasi BNSP untuk petugas K3, standarisasi pelatihan bagi mahasiswa, digitalisasi dokumen, penerapan prinsip Kimia Hijau, dan pengembangan teknologi inovatif. Rencana perbaikan dirancang dalam tiga fase: jangka pendek (1-2 tahun) berfokus pada infrastruktur dan sumber daya manusia, jangka menengah (3-5 tahun) pada teknologi dan pengembangan institusional, dan jangka panjang (5-10 tahun) pada pengembangan berkelanjutan dan kolaborasi strategis. Kesimpulan studi ini adalah meskipun Laboratorium Farmasi Universitas Pakuan telah menunjukkan komitmen yang kuat terhadap kepatuhan terhadap peraturan, pengelolaan limbah berbahaya masih memerlukan perbaikan sistematis dan berkelanjutan untuk mencapai standar keunggulan yang mengintegrasikan kepatuhan peraturan, efisiensi operasional, dan keberlanjutan lingkungan.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: Fakultas Hukum > Umum > B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun)
Fakultas Hukum > Umum > Lingkungan
Divisions: Fakultas Hukum > Ilmu Hukum
Depositing User: PERPUSTAKAAN FAKULTAS HUKUM UNPAK
Date Deposited: 02 Mar 2026 02:06
Last Modified: 02 Mar 2026 02:06
URI: http://eprints.unpak.ac.id/id/eprint/10317

Actions (login required)

View Item View Item