Implementasi Perjanjian BBNJ (Biodiversity Beyond National Jurisdiction Treaty 2023) Terhadap Perlindungan Keanekaragaman Hayati Laut Di Luar Yuridiksi Nasional Bagi Negara Indonesia Sebagai Negara Kepulauan

Raihan, Muhammad and Wuisang, Ari and Antoni, Herli (2025) Implementasi Perjanjian BBNJ (Biodiversity Beyond National Jurisdiction Treaty 2023) Terhadap Perlindungan Keanekaragaman Hayati Laut Di Luar Yuridiksi Nasional Bagi Negara Indonesia Sebagai Negara Kepulauan. Skripsi thesis, Universitas pakuan.

Full text not available from this repository.

Abstract

Penulisan hukum ini mengkaji implementasi Perjanjian BBNJ (Biodiversity Beyond National Jurisdiction Treaty 2023) terhadap perlindungan keanekaragaman hayati laut di luar yurisdiksi nasional bagi Indonesia sebagai negara kepulauan. Perjanjian ini dibentuk untuk mengisi kekosongan instrumen hukum internasional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis upaya tanggung jawab Pemerintah Indonesia dalam pelaksanaan penyelaraskan hukum nasional dengan ketentuan Perjanjian BBNJ, serta tanggungjawab dan peranan kementerian/lembaga terkait dalam implementasinya. Metode penelitian yang digunakan adalah normatif-empiris, didukung oleh studi pustaka dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ratifikasi Perjanjian BBNJ oleh Indonesia melalui Peraturan Presiden Nomor 67 Tahun 2025 merupakan wujud komitmen kuat Indonesia sebagai negara maritim dan kepulauan untuk menjadi poros maritim dunia dan pelopor tata kelola laut global. Meskipun Perjanjian BBNJ tidak secara langsung bertentangan dengan undang-undang nasional yang ada (karena mengatur wilayah di luar yurisdiksi nasional), harmonisasi tetap diperlukan untuk memastikan efektivitas kebijakan dan melindungi kepentingan nasional. Implementasi perjanjian BBNJ masih jauh, dalam persiapannya melibatkan sinergi dan kerjasama lintas kementerian dan lembaga (Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Kementerian Luar Negeri, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, TNI AL, Bakamla), serta partisipasi akademisi (Universitas Padjajaran, Universitas Parahyangan, Universitas Indonesia). Indonesia juga aktif mendorong transfer teknologi dan pembagian manfaat sumber daya genetik laut secara adil bagi negara berkembang. Tantangan utama meliputi keterbatasan sumber daya pengawasan, kepentingan ekonomi negara lain, anggaran riset yang terbatas, dan kebutuhan akan koordinasi lintas sektoral yang kuat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan implementasi Perjanjian BBNJ di Indonesia memerlukan investasi SDM, riset, bioteknologi kelautan, sistem pemantauan, serta kolaborasi internasional dan pelibatan masyarakat adat/lokal untuk mencapai tata kelola laut yang berkelanjutan.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: Fakultas Hukum > Hukum > Perlindungan Hukum
Fakultas Hukum > Hukum Internasional > BBNJ (Biodiversity Beyond National Jurisdiction)
Divisions: Fakultas Hukum > Ilmu Hukum
Depositing User: PERPUSTAKAAN FAKULTAS HUKUM UNPAK
Date Deposited: 27 Feb 2026 01:39
Last Modified: 27 Feb 2026 01:39
URI: http://eprints.unpak.ac.id/id/eprint/10373

Actions (login required)

View Item View Item