Status Hukum Internasional Takhta Suci Sebagai Subjek Hukum Internasional (Peran Dan Pengaruhya Dalam Diplomasi Global)

Fanny, Liu and Susilawati K., Tuti and Antoni, Herli (2025) Status Hukum Internasional Takhta Suci Sebagai Subjek Hukum Internasional (Peran Dan Pengaruhya Dalam Diplomasi Global). Skripsi thesis, Universitas Pakuan.

Full text not available from this repository.

Abstract

Status hukum internasional Takhta Suci sejak lama menjadi objek diskusi dalam studi hubungan internasional dan hukum internasional publik. Meskipun tidak memenuhi seluruh unsur kenegaraan secara klasik khususnya terkait luas wilayah dan karakteristik penduduk tetap. Takhta Suci tetap diakui sebagai subjek hukum internasional yang memiliki kapasitas penuh layaknya negara berdaulat. Pengakuan ini diperkuat melalui Perjanjian Lateran 1929 yang menegaskan kedaulatan Tahta Suci dan berdirinya Kota Vatikan sebagai entitas teritorial yang mendukung fungsi-fungsi spiritual dan diplomatiknya. Permasalahan utama yang melatarbelakangi penelitian ini adalah bagaimana entitas religius dengan wilayah sangat terbatas dapat memperoleh legitimasi internasional, menjalin hubungan diplomatik formal, serta memainkan peran yang signifikan dalam isu-isu global kontemporer. Dalam konteks sistem internasional yang umumnya didominasi oleh aktor negara, Takhta Suci justru mampu mempertahankan relevansi global melalui pendekatan diplomasi yang berlandaskan nilai moral, etika kemanusiaan, serta otoritas spiritual. Kemampuan ini tercermin dari aktivitas konkordat dengan berbagai negara, hak untuk mengirim dan menerima perwakilan diplomatik, serta partisipasi aktif dalam organisasi internasional, baik sebagai anggota penuh maupun pengamat permanen. Selain itu, jaringan diplomasi global Takhta Suci memungkinkan entitas ini menjalankan fungsi mediasi dalam konflik internasional, menjadi penggerak isu perdamaian, serta tampil sebagai advokat dalam perlindungan hak asasi manusia, isu pengungsi, perubahan iklim, hingga dialog lintas agama. Analisis penelitian menunjukkan bahwa peran Takhta Suci tidak hanya berakar pada legitimasi historis dan spiritual, tetapi juga pada soft power yang dibangun melalui pengaruh moral dan kapasitas jaringan institusional Gereja Katolik di seluruh dunia. Temuan ini menegaskan bahwa keberadaan Takhta Suci sebagai subjek hukum internasional merupakan contoh penting bagaimana hukum internasional memberikan ruang bagi entitas non-negara yang memiliki karakter unik namun tetap memainkan peran strategis dalam diplomasi global. Dengan demikian, penelitian ini berkontribusi dalam memahami dinamika aktor internasional non-negara yang berfungsi melampaui batas-batas tradisional kenegaraan, serta menguatkan relevansi Takhta Suci sebagai mediator, jembatan dialog, dan promotor perdamaian dunia di era modern.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: Fakultas Hukum > Hukum > Mediasi
Fakultas Hukum > Hukum Internasional
Fakultas Hukum > Hukum Internasional > Diplomasi
Fakultas Hukum > Hukum Internasional > Perdamaian Dunia
Divisions: Fakultas Hukum > Ilmu Hukum
Depositing User: PERPUSTAKAAN FAKULTAS HUKUM UNPAK
Date Deposited: 25 Feb 2026 02:14
Last Modified: 25 Feb 2026 02:14
URI: http://eprints.unpak.ac.id/id/eprint/10448

Actions (login required)

View Item View Item