Representasi Penyimpangan Perilaku pada Tokoh Novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar Karya Tere Liye sebagai Kritik Sosial dan Implikasinya dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia di SMA.

Muhamad, Syawaludin Akbar (2025) Representasi Penyimpangan Perilaku pada Tokoh Novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar Karya Tere Liye sebagai Kritik Sosial dan Implikasinya dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia di SMA. Skripsi thesis, Universitas Pakuan.

Full text not available from this repository.

Abstract

Karya sastra tidak hanya berfungsi sebagai sarana bercerita atau hiburan, tetapi juga memiliki peran dalam merefleksikan realitas sosial, seperti perilaku menyimpang. Novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar karya Tere Liye menggambarkan fenomena sosial tersebut melalui tokoh-tokohnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji perilaku menyimpang dalam novel dengan menggunakan teori Edwin Lemert, yang membagi antara perilaku menyimpang primer dan sekunder. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik dokumenter sebagai teknik pengumpulan data. Sumber data berupa kutipan prolog dan dialog antar tokoh yang menunjukkan indikasi perilaku menyimpang. Keabsahan data diuji melalui teknik triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya 69 data perilaku menyimpang dalam novel, yang terbagi menjadi dua kategori: 9 data termasuk dalam perilaku menyimpang primer yang bersifat ringan dan sementara, seperti gurauan yang melanggar norma kesopanan. Tokoh-tokoh yang menunjukkan perilaku ini antara lain Badrun, teman Ahmad, Dandy, Wartawan, kakak Siti, teman Siti, Siti dan Hotma Cornelius. Sementara itu, sebanyak 60 data termasuk dalam perilaku menyimpang sekunder yang lebih serius, dilakukan berulang dan mendapat stigma yang buruk di masyarakat. Contohnya terlihat pada tokoh Tuan Liem dan Mayor Bacok yang melakukan berbagai tindakan seperti korupsi, kekerasan, pembunuhan berencana dan pelanggaran HAM demi kepentingan bisnis. Selain itu, tokoh Teuku Umar yang melakukan pembunuhan berencana karena korban dari konflik sosial. Tokoh Rudi, melakukan tindakan pencurian barang, provokasi bentrokan massa, lalu tokoh Budi dan pemilik warung kopi, terlibat dalam demonstrasi anarkis. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan refleksi sekaligus pengayaan dalam pembelajaran Bahasa Indonesia, khususnya dalam memahami nilai-nilai sosial dan moral melalui karya sastra. Kata kunci: Novel, Perilaku Menyimpang, Representasi

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan > PENDIDIKAN BAHASA & SASTRA INDONESIA
Divisions: Fakultas Keguruan & Ilmu Pendidikan > Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Depositing User: PERPUSTAKAAN FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNPAK
Date Deposited: 18 Apr 2026 02:34
Last Modified: 18 Apr 2026 02:34
URI: http://eprints.unpak.ac.id/id/eprint/10471

Actions (login required)

View Item View Item