Syah Putri, Della and Lathif, Nazaruddin and Susilawati K., Tuti (2025) Tanggung Jawab Negara Dalam Melindungi Warga Negara Di Wilayah Konflik Bersenjata Tanpa Hubungan Diplomatik Di Jalur Gaza. Skripsi thesis, Universitas Pakuan.
Full text not available from this repository.Abstract
Konflik bersenjata yang berkepanjangan di Jalur Gaza telah menimbulkan dampak kemanusiaan yang sangat serius, baik terhadap masyarakat Palestina maupun warga negara asing yang berada di wilayah tersebut, termasuk Warga Negara Indonesia (WNI). Situasi ini menjadi semakin kompleks karena Indonesia tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel, negara yang menguasai akses utama ke Gaza. Kondisi tersebut membuat mekanisme perlindungan diplomatik formal sulit dilaksanakan. Walaupun demikian, secara konstitusional Indonesia berkewajiban melindungi seluruh warga negaranya, sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Dasar 1945, serta dalam kerangka hukum internasional yang mengatur prinsip perlindungan negara terhadap warga negara di luar negeri. Penelitian ini bertujuan menganalisis tanggung jawab negara dalam melindungi WNI di wilayah konflik bersenjata tanpa hubungan diplomatik, dengan fokus pada mekanisme perlindungan, tantangan hukum-politik, serta strategi kebijakan yang ditempuh Pemerintah Indonesia. Metode penelitian menggunakan pendekatan yuridis normatif, yaitu analisis terhadap peraturan perundang- undangan, doktrin, serta instrumen hukum internasional yang relevan, dan diperkaya dengan data empiris melalui wawancara dengan pejabat Kementerian Luar Negeri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlindungan WNI dilakukan melalui berbagai langkah alternatif, antara lain koordinasi dengan negara ketiga seperti Mesir dan Yordania, kerja sama dengan organisasi internasional (ICRC, UNRWA), serta sinergi dengan LSM Indonesia seperti MER-C yang memiliki akses langsung ke Gaza. Bentuk perlindungan mencakup evakuasi darurat, pendataan diaspora, penyediaan bantuan kemanusiaan, layanan darurat, hingga penerbitan travel advisory. Tantangan yang dihadapi meliputi keterbatasan akses diplomatik, situasi keamanan yang fluktuatif, ketergantungan pada pihak ketiga, serta sensitivitas politik luar negeri Indonesia terhadap isu Palestina-Israel. Kesimpulannya, meskipun tanpa hubungan diplomatik dengan Israel, Indonesia tetap mampu menjalankan kewajiban konstitusional dan internasionalnya melalui diplomasi kemanusiaan, mekanisme kerja sama multilateral, serta kebijakan perlindungan adaptif. Rekomendasi penelitian mencakup peningkatan kapasitas diplomasi darurat, penyusunan protokol khusus perlindungan WNI di wilayah konflik, optimalisasi jejaring internasional, serta pemanfaatan teknologi informasi untuk memastikan perlindungan yang lebih cepat, efektif, dan berkelanjutan.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Subjects: | Fakultas Hukum > Umum > Gaza Fakultas Hukum > Hukum Internasional > Hubungan Diplomatik Fakultas Hukum > Hukum Ketatanegaraan > Tanggung Jawab Negara Fakultas Hukum > Hukum > Perselisihan/Konflik |
| Divisions: | Fakultas Hukum > Ilmu Hukum |
| Depositing User: | PERPUSTAKAAN FAKULTAS HUKUM UNPAK |
| Date Deposited: | 21 Feb 2026 02:08 |
| Last Modified: | 21 Feb 2026 02:08 |
| URI: | http://eprints.unpak.ac.id/id/eprint/10484 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

