Investigasi Kecelakaan Pesawat Udara Menurut Penerbangan Sipil Internasional Dan Implementasinya Di Indonesia Berdasarkan Konvensi Chicago 1944 Tentang Penerbangan SIpil Internasional

Selviani Devi, Sinta and Febrianty, Yenny and Perdana, Angga (2025) Investigasi Kecelakaan Pesawat Udara Menurut Penerbangan Sipil Internasional Dan Implementasinya Di Indonesia Berdasarkan Konvensi Chicago 1944 Tentang Penerbangan SIpil Internasional. Skripsi thesis, Universitas Pakuan.

Full text not available from this repository.

Abstract

Penelitian ini mengkaji secara komprehensif mekanisme investigasi kecelakaan pesawat udara menurut Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO) melalui Konvensi Chicago 1944, serta bagaimana implementasinya di Indonesia. Investigasi kecelakaan pesawat merupakan aspek penting dalam sistem keselamatan penerbangan global dengan tujuan utama mengidentifikasi penyebab kecelakaan secara menyeluruh dan mencegah kejadian serupa di masa depan. ICAO mengatur prinsip-prinsip investigasi yang bersifat non-punitif dan objektif agar fokus utama adalah peningkatan keselamatan, bukan penentuan kesalahan atau tanggung jawab hukum. Sebagai anggota ICAO, Indonesia mengadopsi ketentuan tersebut ke dalam sistem hukum nasional melalui Undang- Undang Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan dan menunjuk Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) sebagai lembaga resmi yang bertugas melakukan investigasi kecelakaan pesawat udara secara independen. Meskipun kerangka hukum dan kelembagaan sudah sesuai dengan standar internasional, pelaksanaan investigasi di Indonesia masih menghadapi sejumlah kendala. Penelitian ini mengidentifikasi keterbatasan sumber daya manusia yang memiliki keahlian teknis di bidang investigasi penerbangan, kurangnya fasilitas teknologi modern untuk analisis kecelakaan, serta koordinasi yang belum optimal antar lembaga terkait seperti otoritas penerbangan sipil, maskapai, dan penegak hukum. Selain itu, penerapan rekomendasi keselamatan yang dikeluarkan KNKT setelah investigasi belum sepenuhnya efektif, sehingga risiko terulangnya kecelakaan serupa masih ada. Upaya mengatasi kendala ini meliputi peningkatan kapasitas sumber daya manusia melalui pelatihan berstandar internasional, pengadaan fasilitas teknologi canggih, serta penguatan regulasi agar rekomendasi keselamatan dapat bersifat mengikat dan memiliki dasar hukum yang jelas. Transparansi dalam proses investigasi dan pelaporan juga penting untuk membangun kepercayaan publik terhadap sistem keselamatan penerbangan nasional. Kesimpulannya, walaupun Indonesia telah mengadopsi ketentuan internasional ICAO, implementasinya masih perlu diperbaiki agar investigasi berjalan efektif dan dapat berkontribusi optimal dalam pencegahan kecelakaan penerbangan. Oleh karena itu, sinergi antar lembaga, komitmen politik, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia harus terus diperkuat sebagai bagian dari upaya berkelanjutan meningkatkan keselamatan penerbangan nasional demi melindungi masyarakat dari risiko kecelakaan di sektor transportasi udara.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: Fakultas Hukum > Hukum > KNKT (Komite Nasional Keselamatan Transportasi)
Fakultas Hukum > Umum > Kecelakaan
Fakultas Hukum > Hukum Internasional > Konvensi Chicago
Fakultas Hukum > Umum > Pesawat
Divisions: Fakultas Hukum > Ilmu Hukum
Depositing User: PERPUSTAKAAN FAKULTAS HUKUM UNPAK
Date Deposited: 25 Feb 2026 02:14
Last Modified: 25 Feb 2026 02:14
URI: http://eprints.unpak.ac.id/id/eprint/10503

Actions (login required)

View Item View Item