Sulistiani, Elis and H. Insani, Isep and Sukmana, Sobar (2025) Analisis Hukum Internasional Terhadap Penyiksaan Tahanan Di Penjara Megiddo Israel Berdasarkan Protokol Opsional Konvensi Menentang Penyiksaan (OPCAT) 2002. Skripsi thesis, Universitas Pakuan.
Full text not available from this repository.Abstract
Penyiksaan terhadap tahanan tetap menjadi persoalan serius dalam perlindungan hak asasi manusia, meskipun berbagai instrumen hukum internasional seperti Convention Against Torture (CAT) 1984 dan International Covenant on Civil and Political Rights (ICCPR) telah melarangnya secara tegas. Penelitian ini berfokus pada kasus penyiksaan terhadap tahanan di Penjara Megiddo Israel, dengan mengkaji permasalahan tersebut berdasarkan ketentuan Optional Protocol to the Convention Against Torture (OPCAT) 2002, serta mengidentifikasi hambatan implementasinya dan upaya penyelesaiannya. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan deskriptif-analitis, didukung oleh data sekunder berupa instrumen hukum internasional, laporan organisasi HAM internasional, literatur akademik yang relevan dan wawancara dengan pemangku kepentingan. Teori yang digunakan mencakup Teori Hak Asasi Manusia sebagai dasar universal pengakuan martabat manusia, Teori Perlindungan Hukum untuk mengkaji tanggung jawab negara terhadap korban, serta Teori Penegakan Hukum untuk menilai efektivitas hukum dalam menghadirkan keadilan dan pencegahan penyiksaan. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa perlakuan terhadap tahanan di Penjara Megiddo melanggar prinsip HAM internasional, seperti pemukulan, isolasi berkepanjangan, kelalaian medis, penahanan administratif tanpa pengadilan, dan pembatasan hak-hak dasar. Israel belum meratifikasi OPCAT sehingga tidak memiliki National Preventive Mechanism (NPM) yang independen, menciptakan kekosongan pengawasan. Hambatan utama meliputi ketiadaan mekanisme pengawasan domestik, budaya impunitas aparat, akses terbatas bagi pemantau, serta alasan politik dan keamanan nasional. Kesimpulannya, penerapan OPCAT 2002 dapat menjadi solusi struktural dalam pencegahan penyiksaan di Penjara Megiddo melalui pembentukan NPM yang independen, transparansi pengelolaan penjara, dan keterlibatan komunitas internasional dalam pemantauan. Saran penelitian ini mencakup pentingnya ratifikasi OPCAT oleh Israel, penguatan yurisdiksi universal dalam penuntutan pelaku, pemberian sanksi internasional yang tepat sasaran, pemanfaatan teknologi dalam pengawasan penjara, serta peningkatan literasi HAM bagi masyarakat dan aparat.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Subjects: | Fakultas Hukum > Hukum Internasional Fakultas Hukum > Hukum > Penjara Fakultas Hukum > Hukum Pidana > Penyiksaan/Siksa |
| Divisions: | Fakultas Hukum > Ilmu Hukum |
| Depositing User: | PERPUSTAKAAN FAKULTAS HUKUM UNPAK |
| Date Deposited: | 25 Feb 2026 02:08 |
| Last Modified: | 25 Feb 2026 02:08 |
| URI: | http://eprints.unpak.ac.id/id/eprint/10517 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

