Ikrar Putra Chandrika, Muhammad and Mega Wijaya, Mustika and Kusnadi, Nandang (2025) Analisis Kedudukan Hukum Hopetech Pte Ltd Dalam Perjanjian Penyaluran Pinjaman (Studi Kasus Perkara Nomor: 263/Pdt.G/2021/PN.PN.Jkt.Sel). Skripsi thesis, Universitas Pakuan.
Full text not available from this repository.Abstract
Dalam dunia usaha, kebutuhan akan dana sering kali mengharuskan pelaku bisnis untuk mencari sumber pembiayaan, baik dari modal sendiri maupun melalui pinjaman. Di Indonesia, penyaluran pinjaman diatur oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan melibatkan berbagai lembaga keuangan, termasuk fintech. Penelitian ini berfokus pada perjanjian penyaluran pinjaman antara Hopetech Pte Ltd, sebuah perusahaan asal Singapura, dan PT. Alfa Fintech di Indonesia, yang menjadi subjek perkara hukum di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Pinjaman merupakan suatu bentuk kredit yang diberikan oleh pemberi kepada penerima kredit dengan syarat pengembalian dalam jangka waktu tertentu. Menurut Pasal 1754 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (KUHPerdata. Dalam konteks ini, penting untuk memahami bahwa perjanjian pinjaman tidak hanya melibatkan aspek finansial, tetapi juga aspek hukum yang mengatur hubungan antara para pihak. Penelitian ini merumuskan beberapa masalah utama: Kedudukan hukum Hopetech Pte Ltd dalam perjanjian penyaluran pinjaman di Indonesia, bagaimana analisis pertimbangan hakim dalam putusan majelis hakim terkait perkara ini, Implikasi hukum dari kedudukan Hopetech Pte Ltd dalam konteks penyaluran pinjaman. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan analisis dokumen dan studi kasus. Data dikumpulkan melalui tinjauan pustaka mengenai peraturan yang berlaku serta analisis terhadap putusan pengadilan yang relevan. Penelitian ini juga melibatkan wawancara dengan ahli hukum untuk mendapatkan perspektif yang lebih mendalam. Hasil analisis menunjukkan bahwa kedudukan hukum Hopetech Pte Ltd sebagai pemberi pinjaman memiliki implikasi signifikan terhadap kepatuhan terhadap regulasi OJK. Fakta-fakta hukum yang diidentifikasi mencakup syarat-syarat sahnya perjanjian, kewajiban kedua belah pihak, serta potensi wanprestasi yang terjadi. Analisis juga menyoroti pentingnya transparansi dalam perjanjian untuk melindungi hak-hak pihak-pihak yang terlibat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedudukan hukum Hopetech Pte Ltd sebagai pemberi pinjaman asing memiliki konsekuensi hukum yang signifikan, terutama terkait kepatuhan terhadap regulasi OJK. Putusan majelis hakim menegaskan pentingnya perlindungan hukum bagi pihak-pihak yang terlibat dalam perjanjian serta perlunya kejelasan kontrak untuk mengurangi potensi sengketa. Disarankan agar perusahaan fintech seperti Hopetech Pte Ltd memastikan kepatuhan terhadap regulasi lokal dan menyusun perjanjian yang transparan dan adil. Selain itu, diperlukan peningkatan literasi hukum bagi pelaku usaha untuk memahami hak dan kewajiban mereka dalam perjanjian lintas negara.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Subjects: | Fakultas Hukum > Hukum Perdata > Perjanjian Fakultas Hukum > Hukum > Wanprestasi Fakultas Hukum > Hukum Perdata > Pinjam Meminjam |
| Divisions: | Fakultas Hukum > Ilmu Hukum |
| Depositing User: | PERPUSTAKAAN FAKULTAS HUKUM UNPAK |
| Date Deposited: | 05 Mar 2026 01:57 |
| Last Modified: | 05 Mar 2026 01:57 |
| URI: | http://eprints.unpak.ac.id/id/eprint/10555 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

