Analisis Terhadap Penentuan Besaran Nilai Denda Dalam Putusan Gugatan Hak Cipta (Studi Kasus Perkara Nomor 92/PDT.SUS.HKI/HAK CIPTA/2024/PN NIAGA JKT PST)

Nabilah, Putri and Sjofjan, Lindryani and Susilawati K., Tuti (2025) Analisis Terhadap Penentuan Besaran Nilai Denda Dalam Putusan Gugatan Hak Cipta (Studi Kasus Perkara Nomor 92/PDT.SUS.HKI/HAK CIPTA/2024/PN NIAGA JKT PST). Skripsi thesis, Universitas Pakuan.

Full text not available from this repository.

Abstract

Hak cipta merupakan salah satu cabang hak kekayaan intelektual (HKI) yang memberikan perlindungan hukum kepada pencipta atas hasil karya intelektualnya, seperti lagu, buku, atau karya seni lainnya. Subjek hak cipta meliputi pencipta sebagai individu atau kelompok yang menciptakan karya secara langsung, serta pemegang hak cipta yang memperoleh hak melalui pengalihan, warisan, atau perjanjian. Penentuan besaran nilai denda dalam gugatan hak cipta bertujuan untuk memberikan kompensasi atas kerugian yang dialami pencipta akibat pelanggaran hak ekonomi atau hak moral, dengan mempertimbangkan asas proporsionalitas, keadilan, dan kepastian hukum. Royalti, sebagai imbalan finansial atas penggunaan karya cipta secara komersial, menjadi elemen penting dalam perhitungan denda, yang dikelola melalui Lembaga Manajemen Kolektif Nasional (LMKN) untuk memastikan distribusi yang adil kepada pencipta. Penelitian ini secara mendalam mengkaji aspek hak cipta sebagai salah satu cabang penting dari hak kekayaan intelektual, dengan fokus pada subjek hak cipta yang mencakup pencipta serta pemegang hak cipta. Subjek hak cipta memiliki kedudukan hukum yang kuat untuk melindungi karya intelektual mereka dari pelanggaran, baik dalam bentuk hak moral maupun hak ekonomi. Penelitian ini juga menyoroti mekanisme penentuan besaran nilai denda dalam gugatan pelanggaran hak cipta, yang melibatkan analisis kerugian aktual dan potensial, nilai ekonomis karya, serta pertimbangan proporsionalitas berdasarkan asas keadilan. putusan ini mencerminkan penerapan teori keadilan korektif Aristoteles, yang menekankan pemulihan keseimbangan akibat pelanggaran, serta teori perlindungan hukum substantif menurut Satjipto Rahardjo, yang memprioritaskan perlindungan hak individu di atas kepatuhan formal. Penelitian menyimpulkan preseden penting untuk praktik lisensi dan penggunaan karya musik dalam kegiatan komersial, serta merekomendasikan penyempurnaan standar perhitungan ganti rugi melalui pedoman teknis yang lebih jelas, terhadap mekanisme lisensi dan royalti untuk mencegah pelanggaran hak cipta di era digital.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: Fakultas Hukum > Hukum Perdata > Hak Cipta (Copyright)
Fakultas Hukum > Hukum > Denda
Divisions: Fakultas Hukum > Ilmu Hukum
Depositing User: PERPUSTAKAAN FAKULTAS HUKUM UNPAK
Date Deposited: 06 Mar 2026 02:43
Last Modified: 06 Mar 2026 02:43
URI: http://eprints.unpak.ac.id/id/eprint/10562

Actions (login required)

View Item View Item