Tinjauan Yuridis Proses Penerbitan Sertipikat Hak Milik Pengganti Atas Tanah Karena Hilang Atau Rusak (Diteliti DI Badan Pertanahan Nasional Kota Bogor)

Putri, Eliana and Suhermanto, Suhermanto and D. Butar-butar, Dinalara (2025) Tinjauan Yuridis Proses Penerbitan Sertipikat Hak Milik Pengganti Atas Tanah Karena Hilang Atau Rusak (Diteliti DI Badan Pertanahan Nasional Kota Bogor). Skripsi thesis, Universitas Pakuan.

Full text not available from this repository.

Abstract

Hak-hak tanah tidak akan bermakna jika penggunaannya terbatas hanya pada tanah sebagai permukaan bumi saja. Dengan semakin meningkatnya kebutuhan atas tanah bagi kepentingan masyarakat maka perlu adanya suatu pengaturan untuk menjamin suatu kepastian serta perlindungan hukum bagi setiap pemegang hak atas tanah. Dalam penulisan ini penulis membahas tentang bagaimana prosedur penerbitan sertipikat pengganti hak milik atas tanah karena hilang atau rusak dan apa saja permasalahan yang timbul dalam penerbitan sertipikat pengganti hak milik atas tanah karena hilang atau rusak dan upaya penyelesaiannya. Penerbitan sertipikat pengganti karena hilang didahului dengan pengumuman 1 (satu) bulan dalam surat kabar harian setempat atas biaya setempat atas biaya pemohon. Terkait prosedur di Kantor Pertanahan Kota Bogor selanjutnya, yaitu dengan adanya pengukuran ulang terlebih dahulu sehingga terbitlah berita acara ukur dan untuk sertipikat hilang, jika terjadi kehilangan sertipikat maka dilakukan pendaftaran SKPT, dilakukan pencocokan dengan aplikasi KKP dan waktu proses penerbitannya dengan jangka waktu 2 bulan. Permasalahan yang timbul dalam penerbitan sertipikat pengganti adalah munculnya sertipikat ganda, adanya tindakan kesewenangan oknum atau kelompok tertentu (mafia tanah), ketidakpastian hukum dalam perencanaan dan pemanfaatan ruang. Permasalahan lainnya yang menjadi penghambat dalam pelaksanaannya yaitu dokumen yang dimiliki tidak lengkap, jadwal pengambilan sumpah tidak jelas, biaya yang besar. Penyelesaian sengketa tanah diselesaikan melalui jalur pengadilan, dapat diselesaikan dengan gugatan kepada badan pertanahan nasional, gugatan perdata di pengadilan umum, gugatan pada PTUN, dan kasasi hingga peninjauan kembali di Mahkamah Agung. Saran yang dapat penulis berikan yaitu Agar meningkatkan penyuluhan dan sosialisasi secara efektif dan intensif mengenai pentingnya pendaftaran tanah dan kepemilikan sertipikat tanah kepada masyarakat, terutama sertipikat pengganti karena hilang, agar segera mengurusnya ke Kantor Pertanahan setempat. Bagi masyarakat pentingnya kesadaran untuk mengajukan permohonan penerbitan sertipikat pengganti karena hilang/rusak. Apabila sertipikat hilang maka rawan akan kejahatan yang akan dilakukan oleh pihak lain yang berujung merugikan pemegang hak atas tanah. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif, sifat penelitian yang dipergunakan dalam menyelesaikan penulisan hukum ini adalah deskriptif analitis.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: Fakultas Hukum > Hukum > Hak Atas Tanah
Fakultas Hukum > Umum > Sertifikat
Fakultas Hukum > Umum > Tanah/Pertanahan
Fakultas Hukum > Hukum Perdata > SHM (Sertifikat Hak Milik)
Divisions: Fakultas Hukum > Ilmu Hukum
Depositing User: PERPUSTAKAAN FAKULTAS HUKUM UNPAK
Date Deposited: 09 Mar 2026 02:02
Last Modified: 09 Mar 2026 02:02
URI: http://eprints.unpak.ac.id/id/eprint/10575

Actions (login required)

View Item View Item