Analisis Cerai Talak Sebelum Berhubungan Suami Istri (Qabla Dukhul) (Studi Putusan Nomor 3639/Pdt.G/2020/PA. DPK)

Fatwa, Sarah and Mahipal, Mahipal and Abid, Abid (2024) Analisis Cerai Talak Sebelum Berhubungan Suami Istri (Qabla Dukhul) (Studi Putusan Nomor 3639/Pdt.G/2020/PA. DPK). Skripsi thesis, Universitas Pakuan.

Full text not available from this repository.

Abstract

Perkawinan merupakan hubungan yang sangat sangkral, dalam prosesnya perkawinan merupakan kegiatan saling mengikatkan diri kepada pasangannya sehingga akan timbul hak dan kewajiban. Hak merupakan hal-hal yang dimiliki untuk melakukan suatu perbuatan dan kewajiban merupakan hal- hal yang harus dilakukan. Hak suami yaitu dapat melakukan hubungan suami istri dengan pasangannya dan hak istri mendapatkan nafkah lahir dan batin seperti diberikan nafkah berupa uang dan kasih sayang yang tulus. Sedangkan kewajiban suami yaitu memberikan hak kepada istri nya berupa nafkah lahir dan batin dan kewajiban istri yaitu memenuhi hak suami untuk memberikan kenyamanan dan melakukan hubungan layaknya suami istri. Ketika salah satu diantara pasangan tersebut atau keduanya tidak melakukan hak dan kewajiban tersebut maka akan ada konsekuensi nya yaitu perceraian apabila salah satu atau keduanya merasa hubungan sudah tidak dapat dipertahankan kembali. Penulis merumuskan fokus penelitian kepada talak yang dijatuhkan terhadap perceraian yang terjadi sebelum pasangan melakukan hubungan suami istri. Skripsi ini bertujuan untuk mengetahui pertimbangan hukum majelis hakim Pengadilan Agama Depok tentang cerai talak sebelum berhubungan suami istri (qabla dukhul) pada Putusan Nomor 3639/Pdt.G/2020/PA.Dpk dan untuk mengetahui analisis tentang cerai talak sebelum berhubungan suami istri (qabla dukhul). Sifat penelian ini adalah deskriptif. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan Normatif Yuridis. Sumber data primer dalam penelitian ini adalah dokumen Putusan Perkara Nomor 3639/Pdt.G/2020/PA.Dpk. Sedangkan data sekundernya studi kepustakaan dan penelitian lapangan. Hasil penelitian ini merujuk pada pasal 119 KHI (Kompilasi Hukum Islam) yang merupakan Pasal mengenai perceraian yang terjadi dalam talak ba'in sughra. Pertimbangan hukum Majelis Hakim dalam memutus Perkara Nomor 3639/Pdt.G/2020/PA.Dpk dianggap kurang tepat jika dilihat dari perspektif hukum yang lebih mendalam, khususnya terkait dengan perbedaan status perkawinan antara qabla dukhul dan ba'da dukhul. Pasal 119 KHI menyatakan bahwa dalam hal talak qabla dukhul (dilakukan sebelum adanya hubungan suami istri), maka talak tersebut adalah talak ba'in sughra. Talak ba'in sughra ini berarti status perkawinan secara hukum telah berakhir dan apabila ingin rujuk harus akad kembali. Berbeda dengan talak raj'i yang tidak memerlukan akad jika ingin rujuk. Jika Majelis Hakim tidak memperhatikan aspek hukum terkait qabla dukhul dan hanya fokus terkait perselisihannya, hal ini menimbulkan ketidakpastian hukum terkait cerai talak sebelum berhubungan suami istri (qabla dukhul). Dengan adanya kepastian hukum dapat memberikan masa iddah (waktu tunggu) bagi suami yang ingin merujuk istrinya kembali dan status cerai sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: Fakultas Hukum > Hukum Agama > Perceraian
Divisions: Fakultas Hukum > Ilmu Hukum
Depositing User: PERPUSTAKAAN FAKULTAS HUKUM UNPAK
Date Deposited: 12 Mar 2026 02:22
Last Modified: 12 Mar 2026 02:22
URI: http://eprints.unpak.ac.id/id/eprint/10591

Actions (login required)

View Item View Item