Penyelesaian Tindak Pidana Menyebabkan Informasi Yang Menimbulkan Rasa Kebencian Dan Permusuhan Terhadap Suku, Agama, Ras, dan Antar Golongan (Studi Kasus Putusan Perkara Nomor: 492/Pid.Sus/2020/Pn.Cbi)

Ananda, Putry and ul Hosnah, Asmak and Antoni, Herli (2025) Penyelesaian Tindak Pidana Menyebabkan Informasi Yang Menimbulkan Rasa Kebencian Dan Permusuhan Terhadap Suku, Agama, Ras, dan Antar Golongan (Studi Kasus Putusan Perkara Nomor: 492/Pid.Sus/2020/Pn.Cbi). Skripsi thesis, Universitas Pakuan.

Full text not available from this repository.

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penyelesaian tindak pidana yang berkaitan dengan penyebaran informasi yang menimbulkan rasa kebencian dan permusuhan terhadap suku, agama, ras, dan antar golongan (SARA) di Indonesia, dengan fokus pada studi kasus putusan perkara Nomor 492/Pid.Sus/2020/Pn.Cbi. Latar belakang penelitian ini berakar pada meningkatnya kasus-kasus yang berkaitan dengan ujaran kebencian di era digital, di mana media sosial menjadi sarana utama dalam penyebaran informasi. Tindak pidana ini tidak hanya berdampak pada individu yang menjadi sasaran, tetapi juga dapat memicu konflik sosial yang lebih luas, merusak kerukunan antarumat beragama, dan mengancam persatuan bangsa. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan yuridis normatif, yang mengkaji peraturan perundang-undangan yang relevan, serta analisis terhadap putusan pengadilan yang menjadi objek studi. Penelitian ini juga melibatkan analisis terhadap konteks sosial dan budaya yang melatarbelakangi kasus tersebut, serta dampak dari putusan terhadap masyarakat. Dalam hal ini, peneliti mengkaji bagaimana hukum pidana Indonesia, khususnya Pasal 28 ayat (2) Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), diterapkan dalam kasus ini dan bagaimana putusan tersebut mencerminkan upaya penegakan hukum terhadap tindak pidana yang berkaitan dengan SARA. Hasil analisis menunjukkan bahwa dalam putusan perkara Nomor 492/Pid.Sus/2020/Pn.Cbi, pengadilan memutuskan untuk menjatuhkan hukuman kepada terdakwa yang terbukti menyebarkan informasi yang mengandung unsur kebencian dan permusuhan. Putusan ini mencerminkan komitmen sistem peradilan Indonesia dalam menangani kasus- kasus yang berkaitan dengan ujaran kebencian, serta pentingnya perlindungan terhadap kerukunan antarumat beragama dan masyarakat yang majemuk. Selain itu, penelitian ini juga menemukan bahwa meskipun hukum telah ada, tantangan dalam penegakan hukum tetap ada, termasuk dalam hal pembuktian dan penegakan terhadap pelaku yang menggunakan media sosial sebagai sarana penyebaran informasi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penyelesaian tindak pidana penyebaran informasi yang menimbulkan rasa kebencian dan permusuhan terhadap SARA memerlukan pendekatan yang komprehensif, melibatkan kerjasama antara pemerintah, masyarakat, dan platform media sosial. Edukasi masyarakat tentang bahaya ujaran kebencian dan pentingnya toleransi antarumat beragama juga menjadi kunci dalam mencegah terjadinya tindak pidana serupa di masa depan. Dengan demikian, diharapkan penelitian ini dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan kebijakan hukum yang lebih efektif dalam menangani isu-isu SARA di Indonesia, serta meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kerukunan dan persatuan di tengah keberagaman.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: Fakultas Hukum > Hukum > SARA (Suku, Agama, Ras dan Antar Golongan)
Fakultas Hukum > Hukum Pidana > Ujaran Kebencian
Divisions: Fakultas Hukum > Ilmu Hukum
Depositing User: PERPUSTAKAAN FAKULTAS HUKUM UNPAK
Date Deposited: 07 Apr 2026 03:42
Last Modified: 07 Apr 2026 03:42
URI: http://eprints.unpak.ac.id/id/eprint/10624

Actions (login required)

View Item View Item