Analisis Penolakan Pembatalan Nikah Dikarenakan Tidak Bisa Membuktikan Akta Pernikahan (Studi Kasus Perkara Nomor: 155/Pdt.G/2020/Pa.Cbn)

Christianta Hia, Feliks and Suhermanto, Suhermanto and Kusnadi, Nandang (2025) Analisis Penolakan Pembatalan Nikah Dikarenakan Tidak Bisa Membuktikan Akta Pernikahan (Studi Kasus Perkara Nomor: 155/Pdt.G/2020/Pa.Cbn). Skripsi thesis, Universitas Pakuan.

Full text not available from this repository.

Abstract

Perkawinan merupakan suatu hal yang penting dalam realita kehidupan umat manusia, perseorangan maupun kelompok. Pembatalan perkawinan adalah proses hukum dimana suatu pernikahan dianggap tidak sah atau tidak berlaku karena kurangnya persyaratan hukum saat pernikahan dilangsungkan. Berdasarkan Studi Kasus Perkara No. 1157/PDT.G/2020/PA.CBN yang dimana persoalan tentang pembatalan perkawinan sangat menarik, dengan pertanyaan Bagaimana akibat hukum kewenangan istri untuk melakukan pembatalan perkawinan ? Bagaimana pertimbangan hakim dalam menetapkan pembatalan perkawinan karena tanpa sepengetahuan istri sah dalam perkara ini? sehingga penulis tertarik untuk menganalisis permasalahan tersebut. penelitian ini menggunakan metode penelitian Yuridis Normatif yaitu Penelitian yang dilakukan dengan cara meneliti bahan pustaka, berupa peraturan perundangan- undangan, buku, jurnal, makalah, dan lain lain. Kemudian untuk mempertajam analisis maka dibutuhkan data empiris dengan melakukan wawancara dengan narasumber seorang advokat, hasil penelitian menunjukan bahwa akibat hukum dari kewenangan istri yang melakukan pembatalan perkawinan setara dengan kewenangan suami yang melakukan pembatalan perkawinan, walaupun perkawinan itu tidak sah namun karena perkawinan ini dilakukan dengan itikad baik, maka diberi perkecualian dalam hal harta bersama yang diperoleh selama perkawinan berlangsung, setelah pembatalan perkawinan suami dan istri tetap memperoleh harta bersama. Penulis setuju dengan putusan hakim mengenai penolakan pembatalan perkawinan bahwa sampai batas waktu yang diberikan untuk membuktikan kebenaran bukti surat yang menjadi landasan gugatan penggugat bahwa tergugat (suami penggugat) telah menikah dengan wanita lain, penggugat tidak dapat membuktikannya sehingga dapat dinyatakan penggugat tidak dapat membuktikan sebagaimana maksud pada Pasal 22 dan Pasal 26 Undang-Undang Perkawinan, sehingga gugatan penggugat harus dinyatakan ditolak.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: Fakultas Hukum > Hukum Agama > Pembatalan Perkawinan/Pernikahan
Divisions: Fakultas Hukum > Ilmu Hukum
Depositing User: PERPUSTAKAAN FAKULTAS HUKUM UNPAK
Date Deposited: 10 Apr 2026 00:29
Last Modified: 10 Apr 2026 00:29
URI: http://eprints.unpak.ac.id/id/eprint/10635

Actions (login required)

View Item View Item