Ratna Sari, Ameliya and ul Hosnah, Asmak and Satya Nugraha, Roby (2025) Analisis Pertimbangan Hakim Dalam Menjatuhkan Sanksi Pidana Terhadap Pelaku Tindak Pidana Penganiayaan Yang Mengakibatkan Kematian. Skripsi thesis, Universitas Pakuan.
Full text not available from this repository.Abstract
Kompleksnya perkembangan zaman yang terjadi di era globalisasi memunculkan berbagai hal dalam kehidupan, khususnya kejahatan berupa tindak pidana penganiayaan yang bahkan sampai menghilangkan nyawa seseorang. Pertimbangan Hakim berperan penting dalam menentukan terwujudnya nilai suatu putusan Hakim yang mengandung keadilan dan kepastian hukum. Namun dalam praktiknya, terdapat putusan Hakim yang masih belum sesuai dengan harapan dan cita-cita hukum berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Salah satunya kasus tindak pidana penganiayaan yang mengakibatkan kematian melalui putusan Nomor 1466/K/Pid/2024. Sehingga diperlukan analisis mendalam untuk memastikan pemenuhan hak asasi manusia terwujud melalui penegakan keadilan yang sesuai. Dengan identifikasi masalah: Pertama, bagaimana pertimbangan Hakim dalam memutuskan perkara tindak pidana penganiayaan Nomor 1466/K/Pid/2024. Kedua, bagaimana sanksi pidana yang dijatuhkan terhadap pelaku tindak pidana penganiayaan yang mengakibatkan kematian Nomor 1466/K/pid/2024. Metode penelitian yang digunakan antara lain Jenis penelitian yaitu yuridis empiris, dengan pendekatan penelitian yaitu pendekatan undang- undang dan pendekatan kasus, lalu sumber data yaitu bahan hukum primer, bahan hukum sekunder, dan bahan hukum tersier, kemudian teknik pengumpulan data melalui studi dokumen dan wawancara, serta analisis data secara kualitatif. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa pertimbangan Hakim dalam putusan tersebut lebih menitikberatkan pada aspek yuridis formal, namun dinilai kurang memperhatikan keadilan yang berkembang di masyarakat. Kesimpulan: Pertama, pertimbangan Hakim dinilai tidak logis dan sungguh keliru serta tidak mencapai kemufakatan sehingga mempengaruhi putusan. Kedua, penjatuhan sanksi pidana terhadap terdakwa belum sesuai dan memenuhi unsur keadilan substantif, sehingga menimbulkan kontroversi dan menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap sistem peradilan. Saran: pertama, majelis Hakim agung seharusnya mengedepankan analisis menyeluruh terhadap alat bukti dan fakta hukum yang ada, serta menjadikan perbedaan pendapat sebagai bahan evaluasi untuk memperkuat argumentasi hukum. Kedua, Penjatuhan pidana harus mencerminkan keadilan substantif yang proporsional dengan tingkat keseriusan tindak pidana dan dampak yang ditimbulkan, serta berkomitmen menerapkan prinsip equality before the law dan penegakan hukum yang transparan.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Subjects: | Fakultas Hukum > Hukum > Sanksi Fakultas Hukum > Hukum > Pertimbangan Hakim Fakultas Hukum > Hukum Pidana > Hilang Nyawa/Mati/Kematian Fakultas Hukum > Hukum Pidana > Penganiayaan |
| Divisions: | Fakultas Hukum > Ilmu Hukum |
| Depositing User: | PERPUSTAKAAN FAKULTAS HUKUM UNPAK |
| Date Deposited: | 13 Apr 2026 00:28 |
| Last Modified: | 13 Apr 2026 00:28 |
| URI: | http://eprints.unpak.ac.id/id/eprint/10640 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

