Strategi Pengamanan Narapidana Terorisme Di Pusat Deradikalisasi Lembaga Pemasyarakatan Khusus Kelas IIB Sentul

Islami Putra, Aditya and Darmawan, Iwan and H. Insani, Isep (2024) Strategi Pengamanan Narapidana Terorisme Di Pusat Deradikalisasi Lembaga Pemasyarakatan Khusus Kelas IIB Sentul. Skripsi thesis, Universitas Pakuan.

Full text not available from this repository.

Abstract

Penempatan narapidana terorisme (napiter) di Lapas dan Super Maximum Security dengan prinsip one man by one cell membuat proses pembinaan bagi napiter tidak bisa sekedar menerapkan proses pembinaan kepribadian dan kemandirian seperti yang diterapkan di Lapas Medium dan Minimum Security. Narapidana terorisme harus mendapatkan metode khusus dalam pembinaan melalui tenaga ahli di bidang ideologi dimana proses pembinaan teroris ini tidak bisa dilaksanakan secara berkelompok karena alasan keamanan. Adapun identifikasi masalah dalam penulisan hukum ini adalah bagaimana strategi pengamanan narapidanan terorisme?, apa saja kendala dalam pelaksanaan pengamanan narapidana terorisme? dan bagaimana upaya dalam menangani kendala pengamanan narapidana terorisme? Jenis penelitian dalam penulisan hukum ini adalah penelitian hukum normatif yang didukung penelitian empiris dengan sifat penelitian deskriptif analistis, teknik pengumpulan data menggunakan teknik penelitian kepustakaan (library research) dan penelitian lapangan (field research), serta pengolahan data dilakukan secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pengamanan narapidanan terorisme, mengacu pada Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Nomor 33 Tahun 2015 tentang Pengamanan Pada Lembaga Pemasyarakatan dan Rumah Tahanan Negara, dimana pengamanan Lapas dilaksanakan berdasarkan klasifikasi yang mencakup kegiatan pencegahan, penindakan, dan pemulihan. Selain itu, pengamanan narapidana terorisme di Lapas Khusus Kelas IIB Sentul mengacu pada Standar Operasional Prosedur (SOP) Lapas Khusus Kelas IIB Sentul. SOP tersebut menjadi acuan dalam pengamanan narapidana terorisme di Lembaga Pemasyarakatan Khusus Kelas IIB Sentul. Pengamanan di Lapas Khusus Kelas IIB Sentul berbeda dengan Lapas pada umumnya, dikarenakan narapidananya yang hanya satu macam yaitu narapidana terorisme dimana teroris termasuk narapidana khusus. Strategi pengamanan di Lapas Khusus Kelas IIB Sentul sendiri yaitu lebih mengutamakan pembinaan dan penanganan narapidana secara humanis dengan cara mengambil hati para narapidana terorisme. Kendala dalam pelaksanaan pengamanan narapidana terorisme, meliputi keterbatasan sumber daya, potensi radikalisasi di dalam Lapas, kesulitan dalam pemantauan dan pengawasan, kebutuhan untuk program deradikalisasi yang efektif, tantangan dalam integrasi sosial, resistensi dari masyarakat, kemampuan dan pelatihan personel, koordinasi antar instansi. Kendala utama adalah adanya pembinaan di luar di Lapas Khusus Kelas IIB Sentul. Upaya dalam menangani kendala pengamanan narapidana terorisme, antara lain meminimalisir kemungkinan terjadinya gangguan keamanan dan ketertiban di Lapas Khusus Kelas IIB Sentul, melibatkan staff untuk di BKO terkait pengawasan dan pengamanan di luar Lapas, peningkatan pelatihan personel, pengembangan program deradikalisasi yang komprehensif, koordinasi antar instansi, dan pengembangan infrastruktur.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: Fakultas Hukum > Hukum > Narapidana
Fakultas Hukum > Hukum Pidana > Terorisme
Fakultas Hukum > Hukum > Lapas (Lembaga Pemasyarakatan)
Divisions: Fakultas Hukum > Ilmu Hukum
Depositing User: PERPUSTAKAAN FAKULTAS HUKUM UNPAK
Date Deposited: 14 Apr 2026 02:36
Last Modified: 14 Apr 2026 02:36
URI: http://eprints.unpak.ac.id/id/eprint/10647

Actions (login required)

View Item View Item