Pengaturan Hukuman Mati Bagi Pelaku Tindak Pidana Pembunuhan Berencana Dikaitkan Dengan Masa Percobaan Hukuman Mati Dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 Tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana

Aulia Mardika, Nanda and Darmawan, Iwan and Febrianty, Yenny (2025) Pengaturan Hukuman Mati Bagi Pelaku Tindak Pidana Pembunuhan Berencana Dikaitkan Dengan Masa Percobaan Hukuman Mati Dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 Tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana. Skripsi thesis, Universitas Pakuan.

Full text not available from this repository.

Abstract

Penelitian ini mengkaji pengaturan hukuman mati bagi pelaku tindak pidana pembunuhan berencana, khususnya dikaitkan dengan konsep masa percobaan hukuman mati dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP Baru). Pembunuhan berencana merupakan salah satu kejahatan berat yang diancam pidana mati, namun KUHP Baru memperkenalkan pendekatan humanis melalui masa percobaan selama 10 tahun. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis unsur-unsur tindak pidana pembunuhan berencana yang dapat diancamkan hukuman mati sesuai Pasal 459 KUHP Baru, mengeksplorasi bagaimana pengaturan masa percobaan hukuman mati dapat dilaksanakan bagi pelaku tindak pidana pembunuhan berencana sesuai Pasal 100 KUHP Baru, serta mengidentifikasi pro dan kontra masyarakat terhadap pengaturan masa percobaan hukuman mati. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif yang didukung oleh penelitian empiris melalui pendekatan perundang-undangan dan wawancara dengan akademisi hukum serta masyarakat. Hasil penelitian menunjukan bahwa unsur "dengan rencana terlebih dahulu" dalam Pasal 459 KUHP Baru menjadi kunci pembeda dan alasan utama ancaman pidana mati, karena mengindikasikan niat jahat yang matang dan bahaya sosial yang tinggi. Implementasi masa percobaan hukuman mati berdasarkan Pasal 100 KUHP Baru memberikan kesempatan rehabilitasi bagi terpidana yang menunjukan penyesalan dan perilaku terpuji. Namun, pengaturan ini menimbulkan pro dan kontra di masyarakat. Pihak yang pro mendukung aspek humanis dan perlindungan HAM, sementara pihak yang kontra mengkhawatirkan pelemahan efek jera dan potensi manipulasi sistem, terutama karena kriteria penilaian "perilaku terpuji" masih bersifat subjektif dan rentan penyalahgunaan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa meskipun KUHP Baru telah berupaya menyeimbangkan keadilan retributif dengan keadilan restoratif melalui masa percobaan, diperlukan regulasi pelaksana yang lebih konkret dan transparan, serta tim pengamat independen untuk memastikan objektivitas penilaian. Tanpa kriteria yang jelas dan pengawasan yang ketat, tujuan mulia dari masa percobaan ini dapat terdistorsi, mengikis kepercayaan publik terhadap sistem hukum Indonesia.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: Fakultas Hukum > Hukum Pidana > Hukuman Mati
Fakultas Hukum > Hukum Pidana > Pembunuhan
Divisions: Fakultas Hukum > Ilmu Hukum
Depositing User: PERPUSTAKAAN FAKULTAS HUKUM UNPAK
Date Deposited: 21 Apr 2026 05:41
Last Modified: 21 Apr 2026 05:41
URI: http://eprints.unpak.ac.id/id/eprint/10668

Actions (login required)

View Item View Item