Yulinsa, Lisa and ul Hosnah, Asmak and Satya Nugraha, Roby (2025) Penetapan Tersangka Tindak Pidana Korupsi Impor Gula Oleh Kejaksaan Agung Terhadap Thomas Trikasih Lembong (Studi Kasus: Putusan Nomor 113/Pid.Pra/2024/Pn.Jkt.Sel). Skripsi thesis, Universitas Pakuan.
Full text not available from this repository.Abstract
Sistem peradilan Indonesia dirancang agar dapat memberikan keadilan, kepastian hukum dan kemanfaatan serta dapat melindungi hak-hak setiap individu. Dalam hal untuk mewujudkan cita-cita hukum nasional, maka lahirlah Kitab Undang-Undang Hukum Acfvara Pidana (KUHAP), dimana KUHAP bertujuan untuk melindungi hak-hak tersangka atau terdakwa yang sebelumnya diabaikan. Kedudukan tersangka dalam KUHAP adalah sebagai subjek, dimana dalam setiap pemeriksaan harus diperlakukan dalam kedudukan manusia yang mempunyai harkat, harga diri diri tersangka tidak terlihat sebagai obyek yang ditanggali hak asasi dan harkat martabat kemanusianya dengan sewenang-wenang. Penetapan tersangka merupakan tindakan hukum oleh Penyidik yang mengubah status seseorang dari semula tidak diduga sebagai pelaku tindak pidana menjadi seseorang yang secara patut diduga telah melakukan tindak pidana. Penelitian ini dilatarbelakangi karena penetapan yang dilakukan oleh Kejaksaan Agung terhadap Thomas Trikasih Lembong tidak berdasarkan berdasarkan ketentuan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana. Metode penelitian yang digunakan dengan normatif dengan didukung penelitian empiris yaitu penelitian dengan mengkaji dan mempelajari data sekunder (kepustakaan) serta wawancara dengan pemangku kepentingan. Terori yang digunakan adalah teori Perlindungan Hukum dan Teori Hukum Progresif sebagai dasar dalam kerangka berpikir untuk mencapai tujuan penelitian, dengan ini penulis bias focus pada aspek tertentu dari masalah, sehingga penelitian lebih terarah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penetapan tersangka yang dilakukan Kejaksaan Agung menetapkan Thomas Trikasih Lembong tidak berdasarkan bukti permulaan yang cukup sebab Jaksa tidak dapat menunjukkan adanya kerugian negara yang nyata dilakukan oleh Thomas Trikasih Lembong, serta pada pasal yang dikenakan oleh Kejaksasan Agung tidak memenuhi unsur-unsur tindak pidana korupsi. Kesimpulan utama menekankan kepada setiap aparat penegak hukum dalam menjalankan kewenangannya diharapkan tetap berpedoman kepada ketentuan yang berlaku agar menjamin kepastian hukum dan rasa keadilan bagi setiap individu.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Subjects: | Fakultas Hukum > Hukum Pidana > Korupsi |
| Divisions: | Fakultas Hukum > Ilmu Hukum |
| Depositing User: | PERPUSTAKAAN FAKULTAS HUKUM UNPAK |
| Date Deposited: | 22 Apr 2026 02:59 |
| Last Modified: | 22 Apr 2026 02:59 |
| URI: | http://eprints.unpak.ac.id/id/eprint/10674 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

