GAMBARAN MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA (SDM) FARMASI DAN WAKTU TUNGGU PELAYANAN RESEP RAWAT JALAN DI RUMAH SAKIT X BERDASARKAN PERMENKES RI NOMOR 129/MENKES/SK/ II/2008

Yunita, Raihan (2024) GAMBARAN MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA (SDM) FARMASI DAN WAKTU TUNGGU PELAYANAN RESEP RAWAT JALAN DI RUMAH SAKIT X BERDASARKAN PERMENKES RI NOMOR 129/MENKES/SK/ II/2008. Skripsi thesis, Universitas Pakuan.

Full text not available from this repository.

Abstract

GAMBARAN MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA (SDM) FARMASI DAN WAKTU TUNGGU PELAYANAN RESEP RAWAT JALAN DI RUMAH SAKIT X BERDASARKAN PERMENKES RI NOMOR 129/MENKES/SK/ II/2008 Raihan Yunita, Almasyhuri, Nhadira Nhestricia Program Studi Farmasi, FMIPA, Universitas Pakuan, Bogor, 161341 [email protected]*; [email protected]*; [email protected]. INFO ARTIKEL ABSTRAK Sejarah artikel : Diterima Revisi Dipublikasi Kata kunci Resep racikan, Resep non racikan, Sumber Daya Manusia (SDM) Farmasi, Waktu Tunggu Gejala Pelayanan resep rawat jalan di rumah sakit merupakan salah satu indikator dalam menilai kualitas layanan kesehatan di rumah sakit dari sudut pandang pasien, berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 129 Tahun 2008 tentang Standar Pelayanan Minimal Rumah Sakit, di mana waktu tunggu untuk layanan resep rawat jalan tidak boleh melebihi 30 menit untuk resep non-komposisi dan tidak boleh melebihi 60 menit untuk resep komposisi. Dalam layanan resep terdapat Sumber Daya Manusia Farmasi yang meliputi Apoteker dan Asisten Teknis Farmasi. Pengelolaan Sumber Daya Manusia Farmasi berdasarkan jumlah dan kompetensi telah diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 56 Tahun 2014, yaitu pada Rumah Sakit Tipe B seperti Rumah Sakit X, dibutuhkan 4 Apoteker dan dibantu oleh minimal 8 Asisten Teknis Farmasi. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan desain non-eksperimental dan desain cross-sectional. Sebanyak 110 sampel digunakan sebagai sampel penelitian. Lembar wawancara dan lembar pencatatan waktu tunggu digunakan oleh peneliti sebagai instrumen. Berdasarkan hasil penelitian, rata-rata waktu tunggu untuk resep yang dikomposisikan adalah 33 menit dan rata-rata waktu tunggu untuk resep yang tidak dikomposisikan adalah 15 menit. Sementara itu, pengelolaan sumber daya manusia farmasi berdasarkan jumlah masih belum memadai sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 56 Tahun 2014, yaitu hanya terdapat 2 Apoteker dan 26 Tenaga Teknis Farmasi.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: Fakultas Ilmu Pengetahuan Alam dan Matematika > Farmasi
Divisions: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam > Farmasi
Depositing User: PERPUSTAKAAN FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNPAK
Date Deposited: 22 Jun 2026 06:22
Last Modified: 22 Jun 2026 06:22
URI: http://eprints.unpak.ac.id/id/eprint/10697

Actions (login required)

View Item View Item