Dwi Nabilla, Sheikha and Prihatini, Lilik and Satya Nugraha, Roby (2025) Pelaksanaan Pidana Pokok Berupa Pembinaan Dalam Lembaga Terhadap Anak Sebagai Pelaku Tidak Pidana Pencurian Dalam Keadaan Memberatkan Diteliti Di Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pusat Pelayanan Sosial Griya Bina Karsa. Skripsi thesis, Universitas Pakuan.
Full text not available from this repository.Abstract
Anak merupakan bagian dari generasi muda yang biasanya besar perhatiannya terhadap persoalan masyarakat, karena pada usia tersebut mulai mumbuh sifat idealisme. Dalam prakteknya, anak seringkali melakukan tindakan penyelewengan yang dapat merugikan masyarakat, penyelewengan itu disebut sebagai tindak pidana. Tindak pidana ialah suatu perbuatan melanggar hukum yang dapat diancam dengan sanksi pidana. Penelitian ini membahas 3 (tiga) mumusan masalah, adalah: (1) Apa dasar pertimbangan Hakim menjatuhkan pidana pembinaan dalam lembaga terhadap anak sebagai pelaku tindak pidana pencurian dalam keadaan memberatkan; (2) Apakah pembinaan yang diterapkan UPTD Pusat Pelayanan Sosial Griya Bina Karsa sudah efektif dalam mendukung reitegrasi sosial anak; (3) Apa kendala yang dialami dalam pelaksanaan pidana di UPTD Pusat Pelayanan Sosial Griya Bina Karsa dan bagaimana penanggulanganya; jenis penelitian ini adalah penelitian normatif yang didukung oleh penelitian empiris dengan pendekatan Perundang-undangan dan pendekatan konseptual. Penelitian ini bersifat deskriptif analitis, pengumpulan data dilakukan melalui penelitian kepustakaan dan penelitian gangan yang diolah menggunakan metode kualitatif. Berdasarkan Putusan Perkara Nomor 2/Pid.Sus-Anak/2024/PN Blb, Hakim menyatakan bahwa anak tersebut terbukti melakukan tindak pidana dalam Pasal 363 ayat (1) butir 3 yaitu mengenai pencurian dalam keadaan memberatkan, maka dari itu Putusan Hakim menjatuhkan hukuman 9 bulan dari tuntutan Jaksa 10 bulan untuk anak tersebut dibina dalam lembaga, dikarenakan ada beberapa pertimbangan dalam pemidanaan khusus anak diiantaranya, dalam kasus ini anak tersebut hanya turut setta, serta anak sangat koooperatif saat berada di Kepolisian maupun Pengadilan Ketika dimintai keterangan. Hakim memutuskan sesuai dengan Pasal 71 ayat (1) Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak SPPA). Diharapkan agar bisa memberikan efek jera bagi para pelaku anak, dan memberikan pengetahuan pada masyarakat bahwa anak yang melakukan tindak pidana tidak selalu dilakukan pembinaan di dalam Lembaga Pemasyarakatan
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Subjects: | Fakultas Hukum > Hukum > Anak Fakultas Hukum > Hukum Pidana > Pencurian |
| Divisions: | Fakultas Hukum > Ilmu Hukum |
| Depositing User: | PERPUSTAKAAN FAKULTAS HUKUM UNPAK |
| Date Deposited: | 25 May 2026 03:18 |
| Last Modified: | 25 May 2026 03:18 |
| URI: | http://eprints.unpak.ac.id/id/eprint/10752 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

