Isna Aryandini, Nadila and Ardianto Iskandar, Eka and Sjofjan, Lindryani (2024) Gugatan Terhadap Objek Jual Beli Yang Dikuasai Oleh Pihak Ketiga Dalam Perkara Nomor 109/PDT.G/2022/PN.MKS. Skripsi thesis, Universitas Pakuan.
Full text not available from this repository.Abstract
Sengketa tanah merupakan salah satu permasalahan hukum yang sering terjadi di Indonesia. Salah satu bentuk sengketa yang kerap terjadi adalah penguasaan tanah oleh pihak ketiga. hal ini menyebabkan kesulitan untuk mendapatkan Sertipikat Hak Milik (SHM) yang sah. Secara hukum sering kali mengalami kesulitan untuk memperoleh kembali hak atas tanahnya, meskipun telah memiliki dokumen yang sah seperti Akta Jual Beli (AJB). AJB belum cukup untuk memberikan perlindungan penuh kepada pemilik sah tanah. Meskipun AJB adalah bukti otentik, statusnya masih memerlukan pengakuan hukum melalui mekanisme peradilan ketika sengketa terjadi. Salah satu sengketa yang penulis angkat untuk dijadikan skripsi adalah mengenai gugatan terhadap objek jual beli yang dikuasai oleh pihak ketiga dalam perkara nomor 109/Pdt.G/2022/PN. Mks. Dengan permasalahan bagaimana analisis keabsahan terhadap peralihan hak atas tanah yang dilakukan melalui jual beli dengan akta otentik dan bagaimana upaya penyelesaian masalah terkait dengan peralihan hak atas tanah yang dikuasai oleh pihak ketiga dalam perkara nomor 109/Pdt.G/2022/PN.Mks agar akta jual beli dapat menjadi dasar untuk sertipikat hak atas tanah. Dalam penelitian skripsi ini metode yang digunakan adalah penelitian normatif yang artinya melakukan penelusuran data kepustakaan dengan menggunakan data sekunder yaitu data yang diperoleh melalui data yang telah diteliti yang berkaitan dengan permasalahan. Dalam Perkara nomor 109/Pdt.G/2022/PN.Mks, Majelis hakim dalam menyusun putusan yang berkualitas dan mampu mengakomodir tujuan hukum yaitu, keadilan, kepastian, dan kemanfaatan hukum. Majelis Hakim yang mengacu kepada peranan penting dalam menyusun putusan yang berkualitas dan mampu mengakomodir tujuan hukum yaitu, keadilan dan kepastian. Hakim memutuskan bahwa penggugat adalah pemilik sah tanah yang menjadi objek sengketa. Maka penggugat dapat memperoleh SHM sebagai wujud kepastian hukum atas hak kepemilikan tanah. Hal tersebut didasarkan pada rasa keadilan yang lebih menekankan kepada hukum yang timbul pada masyarakat. Sehingga Putusan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Makassar dengan nomor Perkara 109/Pdt.G/2022/PN.Mks. telah sesuai dengan hukum yang berlaku baik dengan Undang-Undang Pokok Agraria, maupun Kitab Undang-Undang Hukum Perdata.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Subjects: | Fakultas Hukum > Hukum > Hak Atas Tanah Fakultas Hukum > Hukum Perdata > Jual Beli Fakultas Hukum > Hukum > Sengketa |
| Divisions: | Fakultas Hukum > Ilmu Hukum |
| Depositing User: | PERPUSTAKAAN FAKULTAS HUKUM UNPAK |
| Date Deposited: | 12 Jun 2026 03:45 |
| Last Modified: | 12 Jun 2026 03:45 |
| URI: | http://eprints.unpak.ac.id/id/eprint/10871 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

