Puji Widiawati, Sri and Sjofjan, Lindryani and AL Sinaga, Walter (2023) Analisis Hukum Pelaksanaan Arisan Online Menurut Hukum Perdata (Studi Kasus Putusan Nomor: 496/Pdt.G/2019/Pn.Mks). Skripsi thesis, Universitas Pakuan.
Full text not available from this repository.Abstract
Seiring perkembangan jaman, arisan yang dulunya dilaksanakan dengan cara konvensional yakni dengan cara bertemu langsung beralih menggunakan sistem online, sehingga menyebabkan permasalahan yang timbul semakin kompleks. Salah satu kasus yang berhubungan dengan arisan online termaktub dalam Putusan Nomor 496/Pdt.G/2019/PN.Mks. dimana perkara tergugat melakukan wanprestasi yakni tidak membayar iuran arisan kepada pihak penggugat setelah menang/menerima arisan. Adapun permasalahan yang dibahas dalam skripsi ini adalah : 1. kelebihan dan kekurangan pelaksanaan arisan online menurut kuhperdata. 2. Pertimbangan Majelis Hakim dalam memutus perkara arisan online nomor 496/Pdt.G/2019/Pn. Mks. 3. Dan permasalahan yang timbul dan penyelesaiannya. Jenis metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah yuridis normatif dan penelitian yuridis empiris. Penelitian yuridis normatif disebut juga dengan penelitian hukum doktrinal karena penelitian ini dilakukan atau ditujukan hanya kepada peraturan-peraturan yang tertulis dan bahan hukum yang lain, Penelitian yuridis empiris disebut juga dengan penelitian hukum non doktrinal karena peneli ini berupa studi-studi empiris untuk menemukan teori-teori mengenal proses terjadinya dan mengenai proses bekerjanya hukum di dalam masyarakat, dan dilakukan melalui wawancara. Berdasarkan hasil penelitian, bahwa perjanjian yang dilakukan Pengurus dan anggota Berdasarkan Pasal 1320 Kitab Undang- undang Hukum Perdata, menjelaskan memang tidak mensyaratkan bahwa perjanjian harus dalam bentuk tertulis. Perjanjian tersebut bersifat perjanjian lisan dengan saling percaya antara satu dengan yang lain. Jika ditinjau dari pelaksanaan arisan online ini ada beberapa kekurangan dan kelebihannya, tidak hanya itu saja akan tetapi analisis dan pertimbangan Majelis Hakim pada Putusan Nomor 496/Pdt.G/2019/Pa.Mks., mengenai syarat sahnya perjanjian dalam Pasal 1320 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata tidak ada sama sekali menyarankan perjanjian dibuat dengan tertulls tetapi apabila terjadi wanprestasi sangat sulit untuk membuktikannya. Sehingga diperlukan penjelasan bagaimana pelaksanaanya dalam kegiatam arisan online tersebut agar tidak ada kesalahpahaman antara pengurus dan anggota. Dan terakhir ada pengaruh dan bentuk mekanisme penyelesaian pelaksanaan arisan online tersebut. Dengan jalur litigasi yaitu dengan penyelesaian sengketa melalui persidangan. Pengaruhnya dimana perbuatan para tergugat/pengurus yang ingkar janji atau wanprestasi tidak memenuhi kewajibannya sebagaimana yang diperjanjikan bersama pada saat arisan. Dimana pihak pengurus arisan tidak memberikan hak para anggota yang mendapatkan giliran menang. Wanprestasi yang dilakukan oleh pihak pengurus menyebabkan kerugian terhadap para pihak anggota arisan online.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Subjects: | Fakultas Hukum > Hukum Perdata Fakultas Hukum > Hukum Perdata > Perjanjian Fakultas Hukum > Umum > Arisan |
| Divisions: | Fakultas Hukum > Ilmu Hukum |
| Depositing User: | PERPUSTAKAAN FAKULTAS HUKUM UNPAK |
| Date Deposited: | 24 Jun 2026 02:54 |
| Last Modified: | 24 Jun 2026 02:54 |
| URI: | http://eprints.unpak.ac.id/id/eprint/10901 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

