Tinjauan Hukum Internasional Terhadap Blokade Darat Di Jalur Gaza Yang Dilakukan Israel Terkait Penyaluran Bantuan Kemanusiaan Internasional

Arsya Al'Daffa, Muhamad and Susilawati K., Tuti and Sukmana, Sobar (2026) Tinjauan Hukum Internasional Terhadap Blokade Darat Di Jalur Gaza Yang Dilakukan Israel Terkait Penyaluran Bantuan Kemanusiaan Internasional. Skripsi thesis, Universitas Pakuan.

Full text not available from this repository.

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaturan hukum internasional terhadap penyaluran bantuan kemanusiaan internasional di Jalur Gaza serta mengkaji dampak blokade darat yang dilakukan oleh Israel terhadap distribusi bantuan tersebut beserta upaya penyelesaiannya. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada konflik berkepanjangan antara Israel dan Palestina yang telah menimbulkan krisis kemanusiaan serius, termasuk krisis pangan, terutama setelah eskalasi konflik pada 7 Oktober 2023. Blokade yang diberlakukan Israel berdampak signifikan terhadap terbatasnya akses bantuan kemanusiaan bagi masyarakat sipil di Gaza. Dalam konteks hukum internasional, penyaluran bantuan kemanusiaan tidak hanya dipandang sebagai tindakan moral, tetapi juga merupakan kewajiban hukum yang mengikat bagi para pihak yang terlibat dalam konflik bersenjata. Prinsip kemanusiaan, netralitas, imparsialitas, dan independensi menjadi landasan utama dalam pelaksanaan bantuan tersebut. Selain itu, berbagai resolusi Dewan Keamanan PBB juga menegaskan pentingnya akses tanpa hambatan bagi bantuan kemanusiaan kepada penduduk sipil yang terdampak konflik, termasuk di wilayah Jalur Gaza. Hal ini menunjukkan bahwa komunitas internasional memiliki peran strategis dalam memastikan bahwa bantuan dapat disalurkan secara efektif dan tidak terhambat oleh kepentingan politik maupun militer. Penelitian ini menggunakan metode hukum normatif dan empiris dengan pendekatan deskriptif analitis. Data diperoleh melalui studi kepustakaan, dokumentasi, dan wawancara dengan pihak-pihak terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hukum humaniter internasional, termasuk Konvensi Jenewa 1949 dan prinsip-prinsip dasar seperti prinsip pembedaan, proporsionalitas, dan pembatasan, mengatur secara jelas perlindungan terhadap warga sipil serta kewajiban negara dalam menjamin akses bantuan kemanusiaan. Namun, dalam praktiknya, blokade yang dilakukan Israel berpotensi melanggar ketentuan hukum internasional serta hak asasi manusia, khususnya hak untuk hidup dan memperoleh kebutuhan dasar. 1 Dampak dari blokade tersebut antara lain meningkatnya krisis pangan, keterbatasan akses layanan kesehatan, serta memburuknya kondisi sosial nomi masyarakat Gaza. Upaya penyelesaian yang dapat dilakukan meliputi kaman diplomatik internasional, peningkatan peran organisasi kemanusiaan seperti UNRWA, serta penegakan hukum internasional terhadap pelanggaran yang terjadi. Dengan demikian, diperlukan komitmen global untuk memastikan perlindungan kemanusiaan dan penegakan hukum internasional dalam konflik bersenjata.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: Fakultas Hukum > Umum > Bantuan Kemanusiaan
Fakultas Hukum > Hukum Internasional > Hukum Humaniter
Fakultas Hukum > Hukum > HAM (Hak Asasi Manusia)
Divisions: Fakultas Hukum > Ilmu Hukum
Depositing User: PERPUSTAKAAN FAKULTAS HUKUM UNPAK
Date Deposited: 20 Jul 2026 03:00
Last Modified: 20 Jul 2026 03:00
URI: http://eprints.unpak.ac.id/id/eprint/10997

Actions (login required)

View Item View Item