Tinjauan Yuridis Obstruction Of Justice Oleh Dokter Forensik Dengan Manipulasi Hasil Visum Et Repertum (Ver) Berdasarkan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana

Marhehetua Hutahaen, Raymond and Prihatini, Lilik and Satya Nugraha, Roby (2026) Tinjauan Yuridis Obstruction Of Justice Oleh Dokter Forensik Dengan Manipulasi Hasil Visum Et Repertum (Ver) Berdasarkan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana. Skripsi thesis, Universitas Pakuan.

Full text not available from this repository.

Abstract

Dalam sistem peradilan pidana, Visum et Repertum memiliki kedudukan penting sebagai alat bukti ilmiah, namun praktik manipulasi terhadap Visum et Repertum tersebut berpotensi menimbulkan Obstruction Of Justice yang menghambat penegakan hukum dalam mencapai keadilan yang sejati. Identifikasi masalah dalam penulisan hukum ini adalah (1) Apa saja faktor dan modus operandi Dokter Forensik melakukan manipulasi hasil Visum et Repertum (VeR); (2) Bagaimana pertanggungjawaban pidana terhadap dokter forensik yang melakukan manipulasi hasil Visum et Repertum (VeR) dalam konteks tindak pidana Obstruction Of Justice berdasarkan ketentuan yang diatur dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). Penelitian ini bersifat deskriptif analisis, jenis penelitian hukum normatif dengan didukung oleh penelitian hukum empiris, pengumpulan data dilakukan dengan metode library research dan field research, dan data yang diperoleh duri hasil penelitian diolah menggunakan metode kualitatif. Faktor terjadinya nipulasi Visum Et Repertum oleh Dokter Forensik pertama adalah a) Faktor danya niat untuk membebaskan diri dari hukuman oleh pelaku Tindak Pidana, b) Adanya niat dari korban untuk menjatuhkan pelaku, c) Faktor perkembangan logi informasi dan komunikasi, d) Adanya kesempatan untuk melakukan ipulasi hasil Visum Et Repertum. Kemudian modus operandi Dokter Forensik makakan manipulasi hasil Visum Et Repertum adalah a.) Pertama diawali rekayasa dap deskripsi objektif hasil pemeriksaan medis, b.) Kedua manipulasi kasi derajat luka khususnya perkara penganiayaan, c.) Ketiga dilakukan pengaburan atau pemutusan hubungan kausalitas antara perbuatan pelaku makibat yang ditimbulkan pada korban, d.) Keempat penghilangan temuan medis yang seharusnya dicantumkan dalam Visum Et Repertum, e.) Kelima kukan melalui pembuatan kesimpulan medis yang tidak selaras dengan data pemeriksaan yang telah diuraikan sebelumnya, f.) Keenam manipulasi temporal dengan cara menunda pembuatan atau penyerahan Visum Et Repertum. Sebagai alat yang memiliki kekuatan pembuktian tinggi, setiap perubahan atau pemalsuan da visum memenuhi unsur tindak pidana sebagaimana diatur dalam Pasal 221 KEP dan Pasal 282 UU No. 1 Tahun 2023, serta dapat dikategorikan sebagai ing with evidence dan lying.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: Fakultas Hukum > Hukum > Forensik
Fakultas Hukum > Hukum Pidana > Manipulasi
Fakultas Hukum > Hukum > Visum
Divisions: Fakultas Hukum > Ilmu Hukum
Depositing User: PERPUSTAKAAN FAKULTAS HUKUM UNPAK
Date Deposited: 28 Jul 2026 02:23
Last Modified: 28 Jul 2026 02:23
URI: http://eprints.unpak.ac.id/id/eprint/11120

Actions (login required)

View Item View Item