Mahendra, Tegar and Darmawan, Iwan and Suhermanto, Suhermanto (2025) Analisis Yuridis Terhadap Perlindungan Hak Masyarakat Hukum Adat Terhadap Perbuatan Kriminalisasi Dalam Mempertahankan Tanah Ulayat. Skripsi thesis, Universitas Pakuan.
Full text not available from this repository.Abstract
Tanah ulayat adalah bidang tanah yang di atasnya terdapat hak ulayat dari suatu masyarakat hukum adat tertentu. Hukum adat sendiri adalah serangkaian aturan yang mengikat pada suatu masyarakat yang tidak tertulis, dan bersumber dari kebiasaan yang tumbuh dan berkembang pada suatu masyarakat tertentu yang kemudian diterima menjadi hukum secara turun temurun. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif, sifat penelitian yang dipergunakan dalam menyelesaikan penulisan hukum ini adalah deskriptif analitis. Dalam penulisan ini terdapat identifikasi masalah yaitu Bagaimanakah perlindungan hak masyarakat hukum adat terhadap perbuatan kriminalisasi dalam mempertahankan tanah ulayat, Bagaimanakah penegakan hukum terhadap kriminalisasi terhadap masyarakat hukum adat dalam mempertahankan tanah ulayat, dan Apa yang menjadi kendala dalam penegakan hukum terhadap kriminalisasi masyarakat hukum adat dan Upaya penyelesaiannya. Perlindungan hak masyarakat hukum adat terhadap perbuatan kriminalisasi dalam mempertahankan tanah ulayat ialah MHA (Masyarakat Hukum Adat) saat ini telah memperoleh status yuridis konstitusional yangkuat sebagaimana diatur dalam Pasal 18 B ayat (2) dan Pasal 28 I ayat (3) UUD NRI 1945. Penegakan hukum terhadap kriminalisasi terhadap masyarakat hukum adat dalam mempertahankan tanah ulayat dengan ini penghormatan dan pengakuan atas eksistensi masyarakat adat ini bahkan diperintahkan oleh Undang-undang Dasar 1945 yang menjadi acuan pembuatan undang-undang. Pengesahan RUU Masyarakat Adat yang hingga kini masih terkatung nasibnya dari fenomena yang telah diuraikan tersebut, maka esensi sesungguhnya dari hak masyarakat hukum adat dalam omnibus law cipta kerja disinyalir belum memberikan perlindungan dan pengakuan secara bermartabat atas keadilan dan kesejahteraan masyarakat hukum adat. Saran yang dapat penulis berikan dalam penulisan hukum ini yaitu Tantangan yang dihadapi dalam pelestarian MHA selain terkait dengan kesimpangsiuran konsep dan definisi MHA, juga tidak adanya mekanisme dan prosedur pengakuan dan penghormatan terhadap hak- hak MHA secara pasti. Berlandaskan dengan prinsip-prinsip dan keberlakuan hukum yang berlaku di Indonesia, sehingga penyusunan regulasi produk hukum daerah memiliki suatu kekuatan hukum yang berjenjang sesuai dengan tingkatan hierarki peraturan perundang-undangan dan dapat mengikat bagi setiap orang. Secara umum utilitarianisme mengajarkan bahwa benar salahnya peraturan atan tindakan manusia tergantung pada konsekuensi langsung dari peraturan atan tindakan tertentu yang dilakukan.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Subjects: | Fakultas Hukum > Hukum > Perlindungan Hukum Fakultas Hukum > Hukum > Hukum Adat Fakultas Hukum > Hukum > Tanah Ulayat/Tanah Adat |
| Divisions: | Fakultas Hukum > Ilmu Hukum |
| Depositing User: | PERPUSTAKAAN FAKULTAS HUKUM UNPAK |
| Date Deposited: | 31 Jul 2026 03:00 |
| Last Modified: | 31 Jul 2026 03:00 |
| URI: | http://eprints.unpak.ac.id/id/eprint/11133 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

