<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>KLASIFIKASI PENYAKIT KANKER KULIT MENGGUNAKAN ALGORITMA GRAY&#13;
LEVEL CO-OCCURRENCE MATRIX &amp; RANDOM FOREST</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Muhammad Farchan</mods:namePart><mods:namePart type="family">Ramdhani</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>KLASIFIKASI PENYAKIT KANKER KULIT MENGGUNAKAN ALGORITMA GRAY&#13;
LEVEL CO-OCCURRENCE MATRIX &amp; RANDOM FOREST&#13;
Muhammad Farchan Ramdhani, Arie Qur’ania, Dinar Munggaran&#13;
email : muhammadfarchanr@gmail.com, qurania@unpak.ac.id,&#13;
Program Studi Ilmu Komputer Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Pakuan&#13;
Abstrak&#13;
Kanker kulit merupakan salah satu jenis penyakit kanker dengan frekuensi kemunculan yang&#13;
terus meningkat. Penyakit ini sangat berbahaya dan dapat berakibat fatal apabila tidak&#13;
dilakukan deteksi dini serta tindakan pencegahan awal untuk meningkatkan efektivitas&#13;
penanganan medis. Salah satu tantangan utama dalam diagnosis kanker kulit adalah&#13;
kesulitan dalam membedakan kanker kulit ganas (malignant) dan kanker kulit jinak (benignt).&#13;
Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas metode pengolahan citra dan klasifikasi&#13;
berbasis data mining dalam membantu proses identifikasi jenis penyakit kanker kulit. Proses&#13;
penelitian dilakukan melalui beberapa tahap yaitu, akuisisi data, preprocessing, ekstraksi&#13;
fitur tekstur dengan metode Gray Level Co-occurence Matrix (GLCM), serta pengujian&#13;
kemampuan dua algoritma klasifikasi, yaitu Random Forest dan Support Vector Machine&#13;
(SVM). Evaluasi dilakukan menggunakan metode confusion matrix dan nilai akurasi dari&#13;
masing-masing model. Pengujian yang dilakukan menghasilkan temuan bahwa algoritma&#13;
Random Forest dengan parameter jumlah pohon keputusan sebanyak 79 pohon serta&#13;
kedalaman cabang pohon sebanyak 7 memiliki akurasi optimal sebesar 84,24%, sedikit lebih&#13;
unggul dibandingkan dengan algoritma SVM dengan kernel linear yang memperoleh hasil&#13;
akurasi optimal sebesar 83,0%. Temuan ini menunjukkan bahwa penerapan GLCM yang&#13;
dikombinasikan dengan Random Forest dapat menjadi salah satu alternatif yang efektif&#13;
dalam meningkatkan akurasi klasifikasi citra penyakit kanker kulit.&#13;
Kata Kunci : Kanker Kulit, Klasifikasi, Random Forest, GLCM, SVM&#13;
Abstract</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">Ilmu Komputer</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8061">2025-07-25</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Universitas Pakuan;Fakultas Matematika dan Pengetahuan Alam</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>