<mets:mets OBJID="eprint_10448" LABEL="Eprints Item" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/METS/ http://www.loc.gov/standards/mets/mets.xsd http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mets="http://www.loc.gov/METS/" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mets:metsHdr CREATEDATE="2026-04-21T09:00:20Z"><mets:agent ROLE="CUSTODIAN" TYPE="ORGANIZATION"><mets:name>Repository Universitas Pakuan</mets:name></mets:agent></mets:metsHdr><mets:dmdSec ID="DMD_eprint_10448_mods"><mets:mdWrap MDTYPE="MODS"><mets:xmlData><mods:titleInfo><mods:title>Status Hukum Internasional Takhta Suci Sebagai Subjek Hukum Internasional (Peran Dan Pengaruhya Dalam Diplomasi Global)</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Liu</mods:namePart><mods:namePart type="family">Fanny</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Tuti</mods:namePart><mods:namePart type="family">Susilawati K.</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Herli</mods:namePart><mods:namePart type="family">Antoni</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Status hukum internasional Takhta Suci sejak lama menjadi objek diskusi dalam studi hubungan internasional dan hukum internasional publik. Meskipun tidak memenuhi seluruh unsur kenegaraan secara klasik khususnya terkait luas wilayah dan karakteristik penduduk tetap. Takhta Suci tetap diakui sebagai subjek hukum internasional yang memiliki kapasitas penuh layaknya negara berdaulat. Pengakuan ini diperkuat melalui Perjanjian Lateran 1929 yang menegaskan kedaulatan Tahta Suci dan berdirinya Kota Vatikan sebagai entitas teritorial yang mendukung fungsi-fungsi spiritual dan diplomatiknya. Permasalahan utama yang melatarbelakangi penelitian ini adalah bagaimana entitas religius dengan wilayah sangat terbatas dapat memperoleh legitimasi internasional, menjalin hubungan diplomatik formal, serta memainkan peran yang signifikan dalam isu-isu global kontemporer. Dalam konteks sistem internasional yang umumnya didominasi oleh aktor negara, Takhta Suci justru mampu mempertahankan relevansi global melalui pendekatan diplomasi yang berlandaskan nilai moral, etika kemanusiaan, serta otoritas spiritual. Kemampuan ini tercermin dari aktivitas konkordat dengan berbagai negara, hak untuk mengirim dan menerima perwakilan diplomatik, serta partisipasi aktif dalam organisasi internasional, baik sebagai anggota penuh maupun pengamat permanen. Selain itu, jaringan diplomasi global Takhta Suci memungkinkan entitas ini menjalankan fungsi mediasi dalam konflik internasional, menjadi penggerak isu perdamaian, serta tampil sebagai advokat dalam perlindungan hak asasi manusia, isu pengungsi, perubahan iklim, hingga dialog lintas agama. Analisis penelitian menunjukkan bahwa peran Takhta Suci tidak hanya berakar pada legitimasi historis dan spiritual, tetapi juga pada soft power yang dibangun melalui pengaruh moral dan kapasitas jaringan institusional Gereja Katolik di seluruh dunia. Temuan ini menegaskan bahwa keberadaan Takhta Suci sebagai subjek hukum internasional merupakan contoh penting bagaimana hukum internasional memberikan ruang bagi entitas non-negara yang memiliki karakter unik namun tetap memainkan peran strategis dalam diplomasi global. Dengan demikian, penelitian ini berkontribusi dalam memahami dinamika aktor internasional non-negara yang berfungsi melampaui batas-batas tradisional kenegaraan, serta menguatkan relevansi Takhta Suci sebagai mediator, jembatan dialog, dan promotor perdamaian dunia di era modern.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">Mediasi</mods:classification><mods:classification authority="lcc">Hukum Internasional</mods:classification><mods:classification authority="lcc">Diplomasi</mods:classification><mods:classification authority="lcc">Perdamaian Dunia</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8061">2025</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Universitas Pakuan;KODEPRIODI74021#ILMU HUKUM</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mets:xmlData></mets:mdWrap></mets:dmdSec><mets:amdSec ID="TMD_eprint_10448"><mets:rightsMD ID="rights_eprint_10448_mods"><mets:mdWrap MDTYPE="MODS"><mets:xmlData><mods:useAndReproduction>
<p xmlns="http://www.w3.org/1999/xhtml"><strong>For work being deposited by its own author:</strong> 
In self-archiving this collection of files and associated bibliographic 
metadata, I grant Repository Universitas Pakuan the right to store 
them and to make them permanently available publicly for free on-line. 
I declare that this material is my own intellectual property and I 
understand that Repository Universitas Pakuan does not assume any 
responsibility if there is any breach of copyright in distributing these 
files or metadata. (All authors are urged to prominently assert their 
copyright on the title page of their work.)</p>

<p xmlns="http://www.w3.org/1999/xhtml"><strong>For work being deposited by someone other than its 
author:</strong> I hereby declare that the collection of files and 
associated bibliographic metadata that I am archiving at 
Repository Universitas Pakuan) is in the public domain. If this is 
not the case, I accept full responsibility for any breach of copyright 
that distributing these files or metadata may entail.</p>

<p xmlns="http://www.w3.org/1999/xhtml">Clicking on the deposit button indicates your agreement to these 
terms.</p>
    </mods:useAndReproduction></mets:xmlData></mets:mdWrap></mets:rightsMD></mets:amdSec><mets:fileSec></mets:fileSec><mets:structMap><mets:div DMDID="DMD_eprint_10448_mods" ADMID="TMD_eprint_10448"></mets:div></mets:structMap></mets:mets>