eprintid: 10448 rev_number: 11 eprint_status: archive userid: 44 dir: disk0/00/01/04/48 datestamp: 2026-02-25 02:14:01 lastmod: 2026-02-25 02:14:01 status_changed: 2026-02-25 02:14:01 type: thesis metadata_visibility: show creators_name: Fanny, Liu creators_name: Susilawati K., Tuti creators_name: Antoni, Herli creators_NPM: 010121151 creators_NPM: NIDK8900840022 creators_NPM: NIDN0423099601 contributors_type: http://www.loc.gov/loc.terms/relators/THS contributors_type: http://www.loc.gov/loc.terms/relators/THS contributors_name: Susilawati K., Tuti contributors_name: Antoni, Herli contributors_NIDN: NIDK8900840022 contributors_NIDN: NIDN0423099601 corp_creators: Universitas Pakuan corp_creators: KODEPRODI74021#ILMU HUKUM title: Status Hukum Internasional Takhta Suci Sebagai Subjek Hukum Internasional (Peran Dan Pengaruhya Dalam Diplomasi Global) ispublished: pub subjects: 11 subjects: 7 subjects: Diplomasi subjects: PerdamaianDunia divisions: sch_art full_text_status: none abstract: Status hukum internasional Takhta Suci sejak lama menjadi objek diskusi dalam studi hubungan internasional dan hukum internasional publik. Meskipun tidak memenuhi seluruh unsur kenegaraan secara klasik khususnya terkait luas wilayah dan karakteristik penduduk tetap. Takhta Suci tetap diakui sebagai subjek hukum internasional yang memiliki kapasitas penuh layaknya negara berdaulat. Pengakuan ini diperkuat melalui Perjanjian Lateran 1929 yang menegaskan kedaulatan Tahta Suci dan berdirinya Kota Vatikan sebagai entitas teritorial yang mendukung fungsi-fungsi spiritual dan diplomatiknya. Permasalahan utama yang melatarbelakangi penelitian ini adalah bagaimana entitas religius dengan wilayah sangat terbatas dapat memperoleh legitimasi internasional, menjalin hubungan diplomatik formal, serta memainkan peran yang signifikan dalam isu-isu global kontemporer. Dalam konteks sistem internasional yang umumnya didominasi oleh aktor negara, Takhta Suci justru mampu mempertahankan relevansi global melalui pendekatan diplomasi yang berlandaskan nilai moral, etika kemanusiaan, serta otoritas spiritual. Kemampuan ini tercermin dari aktivitas konkordat dengan berbagai negara, hak untuk mengirim dan menerima perwakilan diplomatik, serta partisipasi aktif dalam organisasi internasional, baik sebagai anggota penuh maupun pengamat permanen. Selain itu, jaringan diplomasi global Takhta Suci memungkinkan entitas ini menjalankan fungsi mediasi dalam konflik internasional, menjadi penggerak isu perdamaian, serta tampil sebagai advokat dalam perlindungan hak asasi manusia, isu pengungsi, perubahan iklim, hingga dialog lintas agama. Analisis penelitian menunjukkan bahwa peran Takhta Suci tidak hanya berakar pada legitimasi historis dan spiritual, tetapi juga pada soft power yang dibangun melalui pengaruh moral dan kapasitas jaringan institusional Gereja Katolik di seluruh dunia. Temuan ini menegaskan bahwa keberadaan Takhta Suci sebagai subjek hukum internasional merupakan contoh penting bagaimana hukum internasional memberikan ruang bagi entitas non-negara yang memiliki karakter unik namun tetap memainkan peran strategis dalam diplomasi global. Dengan demikian, penelitian ini berkontribusi dalam memahami dinamika aktor internasional non-negara yang berfungsi melampaui batas-batas tradisional kenegaraan, serta menguatkan relevansi Takhta Suci sebagai mediator, jembatan dialog, dan promotor perdamaian dunia di era modern. date: 2025 date_type: published institution: Universitas Pakuan department: KODEPRIODI74021#ILMU HUKUM thesis_type: Skripsi thesis_name: Sarjana citation: Fanny, Liu and Susilawati K., Tuti and Antoni, Herli (2025) Status Hukum Internasional Takhta Suci Sebagai Subjek Hukum Internasional (Peran Dan Pengaruhya Dalam Diplomasi Global). Skripsi thesis, Universitas Pakuan.