eprintid: 10460 rev_number: 7 eprint_status: archive userid: 44 dir: disk0/00/01/04/60 datestamp: 2026-02-14 02:05:42 lastmod: 2026-02-14 02:05:42 status_changed: 2026-02-14 02:05:42 type: thesis metadata_visibility: show creators_name: Vahzria Nur, Vehrial creators_name: Handoyo DP, Sapto creators_name: Sukmana, Sobar creators_NPM: 010120099 creators_NPM: NIDN0407027402 creators_NPM: NIDN0429097004 contributors_type: http://www.loc.gov/loc.terms/relators/THS contributors_type: http://www.loc.gov/loc.terms/relators/THS contributors_name: Handoyo DP, Sapto contributors_name: Sukmana, Sobar contributors_NIDN: NIDN0407027402 contributors_NIDN: NIDN0429097004 corp_creators: Universitas Pakuan corp_creators: KODEPRODI74021#ILMU HUKUM title: Analisis Perjanjian OSLO 1993 Antara Palestina Dan Israel Dalam Persfektif Hukum Internasional ispublished: pub subjects: 7 subjects: Perjanjian divisions: sch_art full_text_status: none abstract: Konflik Palestina-Israel merupakan salah satu konflik internasional paling kompleks dan berkepanjangan dalam sejarah modern, melibatkan aspek sejarah, politik, ideologis, dan hukum internasional. Seiring dengan dinamika global dan regional, upaya penyelesaian konflik melalui pendekatan damai menghasilkan Perjanjian Oslo tahun 1993 yang menjadi tonggak penting dalam proses perdamaian di kawasan Timur Tengah. Perjanjian ini ditujukan untuk mengatur langkah-langkah awal menuju solusi dua negara, melalui pengakuan timbal balik dan pembentukan Otoritas Palestina sebagai entitas pemerintahan sementara. Namun, dalam pelaksanaannya, Perjanjian Oslo menghadapi berbagai tantangan yang menghambat implementasi secara efektif dan menyeluruh. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Perjanjian Oslo 1993 antara Palestina dan Israel dalam perspektif hukum internasional, khususnya mengenai status hukum Palestina sebagai entitas negara, serta mengidentifikasi hambatan utama dalam implementasi perjanjian tersebut. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif yang didukung oleh pendekatan empiris, dengan kerangka teori yang terdiri dari teori resolusi konflik, teori hukum internasional, dan teori perjanjian internasional. Data diperoleh melalui studi kepustakaan serta wawancara dengan pihak-pihak yang relevan, termasuk pakar hukum internasional dan pejabat terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Perjanjian Oslo memberikan pengakuan terbatas terhadap entitas Palestina namun belum memberikan status penuh sebagai negara berdaulat menurut standar hukum internasional. Selain itu, pelaksanaan perjanjian mengalami berbagai hambatan, seperti ekspansi permukiman Israel di wilayah pendudukan, lemahnya mekanisme penegakan hukum internasional, ketidakseimbangan kekuatan antara kedua pihak, serta kurangnya komitmen politik baik dari pihak Israel maupun Palestina. Meskipun Perjanjian Oslo mencerminkan upaya diplomatik menuju perdamaian, kegagalannya dalam mengatur solusi jangka panjang dan mengikat secara hukum menunjukkan perlunya evaluasi dan pendekatan baru yang lebih efektif dan adil sesuai prinsip-prinsip hukum internasional. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi ilmiah dalam kajian hukum internasional, serta meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya supremasi hukum dalam penyelesaian konflik internasional. Selain itu, penelitian ini juga mendorong peran aktif komunitas internasional dalam mengawal implementasi kesepakatan damai agar lebih berkeadilan dan berkelanjutan date: 2025 date_type: published institution: Universitas Pakuan department: KODEPRIODI74021#ILMU HUKUM thesis_type: Skripsi thesis_name: Sarjana citation: Vahzria Nur, Vehrial and Handoyo DP, Sapto and Sukmana, Sobar (2025) Analisis Perjanjian OSLO 1993 Antara Palestina Dan Israel Dalam Persfektif Hukum Internasional. Skripsi thesis, Universitas Pakuan.