<didl:DIDL xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns:didl="urn:mpeg:mpeg21:2002:02-DIDL-NS" xmlns:dii="urn:mpeg:mpeg21:2002:01-DII-NS" xmlns:dip="urn:mpeg:mpeg21:2002:01-DIP-NS" xmlns:dcterms="http://purl.org/dc/terms/" DIDLDocumentId="http://eprints.unpak.ac.id/id/eprint/10489" xsi:schemaLocation="urn:mpeg:mpeg21:2002:02-DIDL-NS http://standards.iso.org/ittf/PubliclyAvailableStandards/MPEG-21_schema_files/did/didl.xsd urn:mpeg:mpeg21:2002:01-DII-NS http://standards.iso.org/ittf/PubliclyAvailableStandards/MPEG-21_schema_files/dii/dii.xsd urn:mpeg:mpeg21:2005:01-DIP-NS http://standards.iso.org/ittf/PubliclyAvailableStandards/MPEG-21_schema_files/dip/dip.xsd">
  <didl:Item>
    <didl:Descriptor>
      <didl:Statement mimeType="application/xml">
        <dii:Identifier>http://eprints.unpak.ac.id/id/eprint/10489</dii:Identifier>
      </didl:Statement>
    </didl:Descriptor>
    <didl:Descriptor>
      <didl:Statement mimeType="application/xml">
        <dcterms:modified>2026-04-18T02:45:33Z</dcterms:modified>
      </didl:Statement>
    </didl:Descriptor>
    <didl:Component>
      <didl:Resource mimeType="application/xml" ref="http://eprints.unpak.ac.id/cgi/export/eprint/10489/DIDL/eprintsunpak-eprint-10489.xml"/>
    </didl:Component>
    <didl:Item>
      <didl:Descriptor>
        <didl:Statement mimeType="application/xml">
          <dip:ObjectType>info:eu-repo/semantics/descriptiveMetadata</dip:ObjectType>
        </didl:Statement>
      </didl:Descriptor>
      <didl:Component>
        <didl:Resource mimeType="application/xml">
          <oai_dc:dc xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/ http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
        <dc:relation>http://eprints.unpak.ac.id/10489/</dc:relation>
        <dc:title>Perilaku Makan Burung Perkici Pelangi (Trichoglossus haematodus haematodus)&#13;
Di Aviari Paruh Bengkok Animalium Badan Riset Dan Inovasi Nasional</dc:title>
        <dc:creator>Deoeana, Alisia Nurhusna</dc:creator>
        <dc:subject>Biologi</dc:subject>
        <dc:description>Perilaku Makan Burung Perkici Pelangi (Trichoglossus haematodus haematodus)&#13;
Di Aviari Paruh Bengkok Animalium Badan Riset Dan Inovasi Nasional&#13;
(Feeding Behavior of the Rainbow Lorikeet (Trichoglossus haematodus haematodus)&#13;
at the Animalium National Research and Innovation Agency’s Curved Beak Aviary)&#13;
Alisia Nurhusna Doeana1* Wahyu Prihatini2* Rini Rachmatika2*&#13;
1 Departmen Biologi, FMIPA, Universitas Pakuan, Jl. Pakuan, Tegallega, Kecamatan Bogor Tengah, Kota&#13;
Bogor, Jawa Barat, 16143.&#13;
2 Pusat Riset Botani Terapan, BRIN-Cibinong, Jl. Raya Jakarta-Bogor, Naggewer Mekar, Kecamatan&#13;
Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, 16911.&#13;
ABSTRAK&#13;
Burung perkici pelangi (Trichoglossus haematodus haematodus) populer sebagai peliharaan, karena&#13;
keindahan warna bulu, dan kemampuan adaptasi tinggi. Pengambilan liar dari alam dapat menyebabkan&#13;
penurunan populasi perkici pelangi, sehingga perlu upaya pengembangbiakan di penangkaran dengan&#13;
dukungan nutrisi yang tepat. Penelitian ini dilakukan untuk memelajari perilaku makan, palatabilitas dan&#13;
preferensi pakan, serta konsumsi minum perkici pelangi di aviari, untuk manajemen nutrisi yang tepat di&#13;
Aviari Paruh Bengkok – Animalium, Badan Riset dan Inovasi Nasional. Penelitian dilakukan terhadap 14 ekor&#13;
perkici pelangi selama 45 hari, menggunakan metode pengamatan Scan Sampling, dan pemberian pakan&#13;
secara Cafeteria Feeding. Parameter yang diamati yaitu pola perilaku makan, jenis pakan yang disukai,&#13;
frekuensi dan durasi makan, serta minum. Diamati pula suhu, dan kelembaban aviari, serta kehadiran&#13;
pengunjung di sekitar kandang. Data dianalisis menggunakan uji Kolmogorov-Smirnov, Pearson, dan Regresi&#13;
Linear. Hasil penelitian menunjukkan perkici pelangi makan secara berkelompok, dengan tahap-tahap, yaitu&#13;
bergerak mendekati tempat pakan, memilih jenis pakan, menjepit pakan dengan paruh, lalu mengonsumsi&#13;
pakan. Frekuensi dan durasi makan harian bervariasi, tidak ada pola tertentu. Frekuensi makan tertinggi yaitu&#13;
140,6 kali, dan durasi makan 65,9% dari total aktivitas harian. Perkici pelangi menunjukkan preferensi tinggi&#13;
pada jagung (31,4%), dan konsumsi minum terbanyak 719 mL. Aktivitas makan tidak berkorelasi dengan suhu&#13;
dan kelembaban, maupun kehadiran pengunjung. Disarankan pemberian pakan semi cair berbasis jagung&#13;
sesuai preferensi perkici pelangi, dan pengaturan area makan yang lebih tenang, untuk meningkatkan&#13;
efektivitas manajemen pakan, yang akan mendukung keberhasilan penangkaran perkici pelangi di aviari.&#13;
Kata Kunci: Perkici Pelangi; Perilaku Makan; Preferensi Pakan; Penangkaran; Manajemen Nutrisi.</dc:description>
        <dc:date>2025-07-21</dc:date>
        <dc:type>Thesis</dc:type>
        <dc:type>NonPeerReviewed</dc:type>
        <dc:identifier>  Deoeana, Alisia Nurhusna  (2025) Perilaku Makan Burung Perkici Pelangi (Trichoglossus haematodus haematodus) Di Aviari Paruh Bengkok Animalium Badan Riset Dan Inovasi Nasional.  Skripsi thesis, Universitas Pakuan.   </dc:identifier></oai_dc:dc>
        </didl:Resource>
      </didl:Component>
    </didl:Item>
    <didl:Item>
      <didl:Descriptor>
        <didl:Statement mimeType="application/xml">
          <dip:ObjectType>info:eu-repo/semantics/humanStartPage</dip:ObjectType>
        </didl:Statement>
      </didl:Descriptor>
      <didl:Component>
        <didl:Resource mimeType="application/html" ref="http://eprints.unpak.ac.id/10489/"/>
      </didl:Component>
    </didl:Item>
  </didl:Item>
</didl:DIDL>