<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>Perilaku Makan Burung Perkici Pelangi (Trichoglossus haematodus haematodus)&#13;
Di Aviari Paruh Bengkok Animalium Badan Riset Dan Inovasi Nasional</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Alisia Nurhusna</mods:namePart><mods:namePart type="family">Deoeana</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Perilaku Makan Burung Perkici Pelangi (Trichoglossus haematodus haematodus)&#13;
Di Aviari Paruh Bengkok Animalium Badan Riset Dan Inovasi Nasional&#13;
(Feeding Behavior of the Rainbow Lorikeet (Trichoglossus haematodus haematodus)&#13;
at the Animalium National Research and Innovation Agency’s Curved Beak Aviary)&#13;
Alisia Nurhusna Doeana1* Wahyu Prihatini2* Rini Rachmatika2*&#13;
1 Departmen Biologi, FMIPA, Universitas Pakuan, Jl. Pakuan, Tegallega, Kecamatan Bogor Tengah, Kota&#13;
Bogor, Jawa Barat, 16143.&#13;
2 Pusat Riset Botani Terapan, BRIN-Cibinong, Jl. Raya Jakarta-Bogor, Naggewer Mekar, Kecamatan&#13;
Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, 16911.&#13;
ABSTRAK&#13;
Burung perkici pelangi (Trichoglossus haematodus haematodus) populer sebagai peliharaan, karena&#13;
keindahan warna bulu, dan kemampuan adaptasi tinggi. Pengambilan liar dari alam dapat menyebabkan&#13;
penurunan populasi perkici pelangi, sehingga perlu upaya pengembangbiakan di penangkaran dengan&#13;
dukungan nutrisi yang tepat. Penelitian ini dilakukan untuk memelajari perilaku makan, palatabilitas dan&#13;
preferensi pakan, serta konsumsi minum perkici pelangi di aviari, untuk manajemen nutrisi yang tepat di&#13;
Aviari Paruh Bengkok – Animalium, Badan Riset dan Inovasi Nasional. Penelitian dilakukan terhadap 14 ekor&#13;
perkici pelangi selama 45 hari, menggunakan metode pengamatan Scan Sampling, dan pemberian pakan&#13;
secara Cafeteria Feeding. Parameter yang diamati yaitu pola perilaku makan, jenis pakan yang disukai,&#13;
frekuensi dan durasi makan, serta minum. Diamati pula suhu, dan kelembaban aviari, serta kehadiran&#13;
pengunjung di sekitar kandang. Data dianalisis menggunakan uji Kolmogorov-Smirnov, Pearson, dan Regresi&#13;
Linear. Hasil penelitian menunjukkan perkici pelangi makan secara berkelompok, dengan tahap-tahap, yaitu&#13;
bergerak mendekati tempat pakan, memilih jenis pakan, menjepit pakan dengan paruh, lalu mengonsumsi&#13;
pakan. Frekuensi dan durasi makan harian bervariasi, tidak ada pola tertentu. Frekuensi makan tertinggi yaitu&#13;
140,6 kali, dan durasi makan 65,9% dari total aktivitas harian. Perkici pelangi menunjukkan preferensi tinggi&#13;
pada jagung (31,4%), dan konsumsi minum terbanyak 719 mL. Aktivitas makan tidak berkorelasi dengan suhu&#13;
dan kelembaban, maupun kehadiran pengunjung. Disarankan pemberian pakan semi cair berbasis jagung&#13;
sesuai preferensi perkici pelangi, dan pengaturan area makan yang lebih tenang, untuk meningkatkan&#13;
efektivitas manajemen pakan, yang akan mendukung keberhasilan penangkaran perkici pelangi di aviari.&#13;
Kata Kunci: Perkici Pelangi; Perilaku Makan; Preferensi Pakan; Penangkaran; Manajemen Nutrisi.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">Biologi</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8061">2025-07-21</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Universitas Pakuan;Fakultas Matematika dan Pengetahuan Alam</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>