<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>Keanekaragaman Burung Yang Diperdagangkan Di wilayah Kota dan Kabupaten Bogor</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Muhammad Ramadhan</mods:namePart><mods:namePart type="family">Maulana</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Abstrak. Indonesia memiliki 1.835 spesies burung, termasuk 542 spesies endemik dan 164&#13;
spesies berstatus terancam. Namun, perburuan dan perdagangan ilegal telah menyebabkan&#13;
penurunan populasi, terutama pada spesies yang dilindungi. Penelitian ini bertujuan untuk&#13;
mengidentifikasi spesies burung yang diperdagangkan di Kota dan Kabupaten Bogor serta&#13;
menganalisis faktor yang memengaruhi permintaan konsumen. Metode deskriptif kuantitatif&#13;
digunakan melalui observasi langsung di pasar burung dan wawancara dengan penjual serta&#13;
pembeli. Analisis data meliputi identifikasi spesies yang diperdagangkan, penentuan status&#13;
perlindungan, dan preferensi pembeli. Tercatat 75 spesies burung, dengan 18 spesies termasuk&#13;
kategori dilindungi secara hukum, di antaranya sikatan cacing (Cyornis banyumas), cucak rawa&#13;
(Pycnonotus zeylanicus), dan curik bali (Leucopsar rothschildi) yang berstatus kritis. Dua&#13;
spesies tercantum dalam Appendix I dan enam spesies dalam Appendix II CITES. Sebagian&#13;
besar burung yang diperdagangkan (90%) berasal dari tangkapan alam. Permintaan konsumen&#13;
terutama dipengaruhi oleh harga, dengan spesies populer seperti kacamata biasa (Zosterops&#13;
melanurus), cucak kutilang (Pycnonotus aurigaster), dan merbah cerukcuk (Pycnonotus&#13;
goiavier). Hasil penelitian menunjukkan perlunya peningkatan pengawasan dan penegakan&#13;
hukum untuk menekan perdagangan burung ilegal dan menjaga keberlanjutan populasi burung&#13;
liar.&#13;
Kata kunci : Burung, Perdagangan, Status Perlindungan, Kebijakan Konservasi, Bogor</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">Biologi</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8061">2025-06-21</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Universitas Pakuan;Fakultas Matematika dan Pengetahuan Alam</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>