TY - THES PB - Universitas Pakuan AV - none N2 - Penelitian ini menganalisis dampak hukum dan koordinasi internasional terkait penutupan wilayah udara Indonesia akibat erupsi Gunung Ruang pada April 2024, berdasarkan Konvensi Chicago 1944. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan deskriptif analitis, serta pendekatan undang-undang, konseptual, dan kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penutupan wilayah udara telah sesuai dengan ketentuan Konvensi Chicago 1944, khususnya Pasal 1, 9, 12, dan 89, yang menegaskan kedaulatan negara dalam menjaga keselamatan penerbangan. Secara hukum, tindakan ini menegaskan kedaulatan Indonesia, namun juga menimbulkan kewajiban koordinasi internasional. Secara ekonomi, penutupan ini berdampak signifikan pada sektor penerbangan, pariwisata, dan logistik, menyebabkan kerugian finansial akibat pembatalan penerbangan dan terhambatnya aktivitas ekonomi. Koordinasi internasional menghadapi kendala seperti perbedaan implementasi standar, keterlambatan publikasi NOTAM, ketergantungan pada VAAC Darwin, kurangnya integrasi sistem antar-lembaga nasional, dan perbedaan keputusan antarnegara. Meskipun demikian, Indonesia telah berupaya meningkatkan koordinasi melalui ICAO dan VAAC, serta mengharmonisasikan prosedur sesuai standar internasional. Disarankan agar Pemerintah Indonesia memperkuat implementasi Konvensi Chicago 1944, menyusun kebijakan mitigasi risiko komprehensif, membentuk pusat komando terpadu, dan menginisiasi pembentukan VAAC nasional. M1 - Skripsi UR - http://eprints.unpak.ac.id/10501/ Y1 - 2025/// ID - eprintsunpak10501 TI - Dampak Hukum Dan Koordinasi Internasional Dalam Penutupan Wilayah Udara Akibat Erupsi Gunung Ruang 2024 Di Sulawesi Berdasarkan Konvensi Chicago 1944 A1 - Listari, Lutfiah A1 - Lathif, Nazaruddin A1 - Perdana, Angga ER -