eprintid: 10501 rev_number: 11 eprint_status: archive userid: 44 dir: disk0/00/01/05/01 datestamp: 2026-02-24 02:19:50 lastmod: 2026-02-24 02:19:50 status_changed: 2026-02-24 02:19:50 type: thesis metadata_visibility: show creators_name: Listari, Lutfiah creators_name: Lathif, Nazaruddin creators_name: Perdana, Angga creators_NPM: 010121183 creators_NPM: NIDN0406108702 creators_NPM: NIDN0415098905 contributors_type: http://www.loc.gov/loc.terms/relators/THS contributors_type: http://www.loc.gov/loc.terms/relators/THS contributors_name: Lathif, Nazaruddin contributors_name: Perdana, Angga contributors_NIDN: NIDN0406108702 contributors_NIDN: NIDN0415098905 corp_creators: Universitas Pakuan corp_creators: KODEPRODI74021#ILMU HUKUM title: Dampak Hukum Dan Koordinasi Internasional Dalam Penutupan Wilayah Udara Akibat Erupsi Gunung Ruang 2024 Di Sulawesi Berdasarkan Konvensi Chicago 1944 ispublished: pub subjects: Erupsi subjects: HukumUdara subjects: KonvensiChicago subjects: PenutupanWilayahUdara divisions: sch_art full_text_status: none abstract: Penelitian ini menganalisis dampak hukum dan koordinasi internasional terkait penutupan wilayah udara Indonesia akibat erupsi Gunung Ruang pada April 2024, berdasarkan Konvensi Chicago 1944. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan deskriptif analitis, serta pendekatan undang-undang, konseptual, dan kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penutupan wilayah udara telah sesuai dengan ketentuan Konvensi Chicago 1944, khususnya Pasal 1, 9, 12, dan 89, yang menegaskan kedaulatan negara dalam menjaga keselamatan penerbangan. Secara hukum, tindakan ini menegaskan kedaulatan Indonesia, namun juga menimbulkan kewajiban koordinasi internasional. Secara ekonomi, penutupan ini berdampak signifikan pada sektor penerbangan, pariwisata, dan logistik, menyebabkan kerugian finansial akibat pembatalan penerbangan dan terhambatnya aktivitas ekonomi. Koordinasi internasional menghadapi kendala seperti perbedaan implementasi standar, keterlambatan publikasi NOTAM, ketergantungan pada VAAC Darwin, kurangnya integrasi sistem antar-lembaga nasional, dan perbedaan keputusan antarnegara. Meskipun demikian, Indonesia telah berupaya meningkatkan koordinasi melalui ICAO dan VAAC, serta mengharmonisasikan prosedur sesuai standar internasional. Disarankan agar Pemerintah Indonesia memperkuat implementasi Konvensi Chicago 1944, menyusun kebijakan mitigasi risiko komprehensif, membentuk pusat komando terpadu, dan menginisiasi pembentukan VAAC nasional. date: 2025 date_type: published institution: Universitas Pakuan department: KODEPRIODI74021#ILMU HUKUM thesis_type: Skripsi thesis_name: Sarjana citation: Listari, Lutfiah and Lathif, Nazaruddin and Perdana, Angga (2025) Dampak Hukum Dan Koordinasi Internasional Dalam Penutupan Wilayah Udara Akibat Erupsi Gunung Ruang 2024 Di Sulawesi Berdasarkan Konvensi Chicago 1944. Skripsi thesis, Universitas Pakuan.