eprintid: 10600 rev_number: 8 eprint_status: archive userid: 44 dir: disk0/00/01/06/00 datestamp: 2026-03-14 01:14:36 lastmod: 2026-03-14 01:14:36 status_changed: 2026-03-14 01:14:36 type: thesis metadata_visibility: show creators_name: Yohannes, Yohannes creators_name: Febrianty, Yenny creators_name: Suhermanto, Suhermanto creators_NPM: 010121318 creators_NPM: NIDN0403027403 creators_NPM: NIDN0425106101 contributors_type: http://www.loc.gov/loc.terms/relators/THS contributors_type: http://www.loc.gov/loc.terms/relators/THS contributors_name: Febrianty, Yenny contributors_name: Suhermanto, Suhermanto contributors_NIDN: NIDN0403027403 contributors_NIDN: NIDN0425106101 corp_creators: Universitas Pakuan corp_creators: KODEPRODI74021#ILMU HUKUM title: Analisis Kedudukan Sinamot Dalam Perkawinan Dan Perceraian Masyarakat Adat Batak Toba ispublished: pub subjects: 40 subjects: bq subjects: br divisions: sch_art full_text_status: none abstract: Kedudukan sinamot dalam perkawinan dan perceraian masyarakat adat Batak Toba bertujuan untuk memahami makna, fungsi, dan implikasi hukum serta sosial budaya dari tradisi sinamot dalam konteks adat Batak Toba. Sinamot, atau uang jujur, merupakan simbol penghormatan dan tanggung jawab dari pihak laki-laki kepada pihak perempuan yang memiliki nilai adat, moral, dan sosial yang tinggi. Dalam adat Batak Toba, sinamot menjadi syarat sahnya suatu perkawinan secara adat, sekaligus berfungsi sebagai lambang pengukuhan hubungan kekerabatan antara dua marga. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dengan pendekatan empiris, yaitu mengkaji data sekunder berupa peraturan perundang-undangan, literatur, dan dokumen hukum adat, serta data primer melalui wawancara dengan tokoh masyarakat adat Batak Toba. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedudukan sinamot dalam perkawinan tidak hanya sekadar pemberian materi, tetapi mencerminkan penghormatan terhadap harkat perempuan dan kehormatan keluarga. Sementara itu, dalam perceraian, sinamot menjadi unsur penting dalam penyelesaian adat, terutama terkait pengembaliannya. Pengembalian sinamot hanya dilakukan apabila perceraian terjadi akibat kesalahan berat dari pihak perempuan, sedangkan jika perceraian disebabkan oleh pihak laki-laki, sinamot tidak dikembalikan karena dianggap sebagai tanggung jawab moral dan adat dari pihak laki-laki. Secara hukum, tradisi sinamot tidak diatur secara eksplisit dalam peraturan perundang-undangan nasional, namun tetap diakui sebagai bagian dari hukum adat yang hidup dan berlaku di masyarakat sesuai dengan ketentuan Pasal 18B ayat (2) UUD 1945. Dengan demikian, kedudukan sinamot memiliki nilai hukum adat yang kuat serta berperan menjaga keseimbangan sosial dan kehormatan antar marga dalam masyarakat Batak Toba. date: 2025 date_type: published institution: Universitas Pakuan department: KODEPRIODI74021#ILMU HUKUM thesis_type: Skripsi thesis_name: Sarjana citation: Yohannes, Yohannes and Febrianty, Yenny and Suhermanto, Suhermanto (2025) Analisis Kedudukan Sinamot Dalam Perkawinan Dan Perceraian Masyarakat Adat Batak Toba. Skripsi thesis, Universitas Pakuan.