    {
      "title": "Perlindungan Hukum Terhadap Penyewa Atas Objek Tanah Yang Beralih Kepada Pihak Lain Yang Mengakibatkan Terjadinya Wanprestasi",
      "corp_creators": [
        "Universitas Pakuan",
        "KODEPRODI74201#ILMU HUKUM"
      ],
      "dir": "disk0\/00\/01\/06\/37",
      "lastmod": "2026-04-10 00:38:17",
      "metadata_visibility": "show",
      "eprint_status": "archive",
      "type": "thesis",
      "contributors": [
        {
          "name": {
            "lineage": null,
            "given": "Agus",
            "honourific": null,
            "family": "Satory"
          },
          "type": "http:\/\/www.loc.gov\/loc.terms\/relators\/THS",
          "NIDN": "NIDN0417086801"
        },
        {
          "name": {
            "lineage": null,
            "given": "Lindryani",
            "honourific": null,
            "family": "Sjofjan"
          },
          "type": "http:\/\/www.loc.gov\/loc.terms\/relators\/THS",
          "NIDN": "NIDN0421067002"
        }
      ],
      "datestamp": "2026-04-10 00:38:17",
      "thesis_type": "Skripsi",
      "subjects": [
        "Perjanjian",
        "SewaMenyewa",
        "Wanprestasi"
      ],
      "creators": [
        {
          "name": {
            "lineage": null,
            "given": "Isna",
            "honourific": null,
            "family": "Desiana"
          },
          "NPM": 10120279
        },
        {
          "name": {
            "lineage": null,
            "given": "Agus",
            "honourific": null,
            "family": "Satory"
          },
          "NPM": "NIDN0417086801"
        },
        {
          "name": {
            "lineage": null,
            "given": "Lindryani",
            "honourific": null,
            "family": "Sjofjan"
          },
          "NPM": "NIDN0421067002"
        }
      ],
      "department": "KODEPRODI74201#ILMU HUKUM",
      "date_type": "published",
      "thesis_name": "Sarjana",
      "full_text_status": "none",
      "institution": "Universitas Pakuan",
      "userid": 44,
      "date": 2024,
      "divisions": [
        "sch_art"
      ],
      "rev_number": 8,
      "uri": "http:\/\/eprints.unpak.ac.id\/id\/eprint\/10637",
      "status_changed": "2026-04-10 00:38:17",
      "eprintid": 10637,
      "ispublished": "pub",
      "abstract": "Perjanjian sewa-menyewa memiliki kedudukan hukum yang tetap sah dan . mengikat meskipun terjadi perubahan status salah satu pihak, seperti meninggalnya pihak yang menyewakan atau pihak yang menyewa, maupun dialihkannya objek sewa kepada pemilik baru, kecuali jika diperjanjikan sebaliknya pada saat perjanjian dibuat. Dalam Perkara Nomor 177\/Pdt.G \/2019\/PN.Jkt.Utr, penyewa mengajukan gugatan akibat ketidaknyamanan yang timbul setelah objek sewa dialihkan kepada pemilik baru. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pertimbangan hukum Majelis Hakim terkait sengketa tersebut, dampak hukum terhadap hubungan sewa-menyewa, serta perlindungan hukum yang diberikan kepada penyewa dalam kasus ini. Penelitian ini menggunakan pendekatan yuridis normatif dengan jenis penelitian deskriptif analitis. Data diperoleh melalui metode studi kepustakaan dengan merujuk pada buku-buku, peraturan perundang-undangan, jurnal ilmiah, dan sumber-sumber akademik lainnya. Penelitian ini menggunakan teori kepastian hukum dan teori keadilan hukum sebagai landasan untuk menganalisis putusan Majelis Hakim dalam kasus ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Majelis Hakim memutuskan perjanjian sewa-menyewa tetap sah meskipun terjadi pengalihan kepemilikan objek sewa. Pihak yang menyewakan dinyatakan melakukan wanprestasi karena tidak memberikan kenyamanan kepada penyewa akibat perubahan yang terjadi. Namun, tuntutan ganti rugi yang diajukan oleh penyewa atas sisa masa sewa selama 5 tahun 10 bulan tidak dikabulkan. Majelis Hakim mempertimbangkan bahwa perlindungan hukum terhadap penyewa dilakukan secara represif melalui gugatan wanprestasi, meskipun upaya ini tidak sepenuhnya memberikan pemulihan terhadap kerugian yang diderita oleh penyewa. Penelitian ini menegaskan pentingnya perlindungan hukum yang efektif bagi pihak penyewa dalam perjanjian sewa-menyewa, terutama ketika objek sewa mengalami perubahan kepemilikan. Kepastian hukum dalam hubungan sewa-menyewa menjadi sangat penting untuk memberikan keadilan dan melindungi hak-hak para pihak yang terlibat. Temuan ini juga menunjukkan perlunya penguatan regulasi terkait pelaksanaan dan pengakhiran perjanjian sewa-menyewa dalam situasi tertentu agar tercapai keseimbangan kepentingan para pihak."
    }