<mets:mets OBJID="eprint_10642" LABEL="Eprints Item" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/METS/ http://www.loc.gov/standards/mets/mets.xsd http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mets="http://www.loc.gov/METS/" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mets:metsHdr CREATEDATE="2026-04-28T08:43:40Z"><mets:agent ROLE="CUSTODIAN" TYPE="ORGANIZATION"><mets:name>Repository Universitas Pakuan</mets:name></mets:agent></mets:metsHdr><mets:dmdSec ID="DMD_eprint_10642_mods"><mets:mdWrap MDTYPE="MODS"><mets:xmlData><mods:titleInfo><mods:title>Penerapan Pidana Dalam Tindak Pidana Penggelapan Yang Dilakukan Oleh Notaris Dan Pejabat Pembuat Akta Tanah (Studi Kasus Putusan Nomor 788/Pid/2020)</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Mangatur</mods:namePart><mods:namePart type="family">Untung Sinaga</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Iwan</mods:namePart><mods:namePart type="family">Darmawan</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Yenny</mods:namePart><mods:namePart type="family">Febrianty</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Notaris dan Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) merupakan pejabat umum yang diberikan kewenangan untuk membuat akta otentik dalam lalu lintas hukum perdata, khususnya yang berkaitan dengan peralihan hak atas tanah. Tindak pidana penggelapan dalam jabatan yang dilakukan Notaris/PPAT tidak hanya merugikan pihak yang menitipkan dokumen atau sertipikat, tetapi juga mencederai integritas lembaga hukum dan menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap profesi Notaris dan PPAT. Fakta hukum dalam penelitian ini mengkaji tindak pidana penggelapan sebagaimana dalam Putusan Nomor 788K/PID/2020, di mana Notaris/PPAT sebagai penerima titipan sertipikat justru menyalahgunakan kepercayaan dengan menguasai dokumen untuk kepentingan pribadi. Identifikasi masalah dalam penulisan ini adalah (1) Bagaimana bentuk tindak pidana penggelapan yang dilakukan oleh Notaris/PPAT dalam menjalankan kewenangannya membuat akta otentik? (2) Bagaimana penerapan sanksi pidana terhadap Notaris/PPAT dalam Putusan Nomor 788K/PID/2020? (3) Apa kendala penerapan sanksi pidana terhadap Notaris/PPAT dan bagaimana upaya penyelesaiannya?. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian yuridis normatif yang didukung dengan data empiris, dengan pendekatan kasus melalui studi kasus terhadap Putusan Nomor 788K/PID/2020. Sifat penelitian ini adalah deskriptif analitis. Metode pengumpulan data dilakukan melalui penelitian kepustakaan (library research) dan penelitian lapangan (field research), kemudian seluruh data diolah dan dianalisis secara kualitatif. Penerapan sanksi pidana terhadap Notaris/PPAT yang terbukti melakukan tindak pidana penggelapan bertujuan memberikan efek jera serta melindungi kepentingan hukum masyarakat. Namun, dalam praktik, proses penegakan hukum terhadap Notaris/PPAT kerap menghadapi kendala seperti pertimbangan hakim yang tidak konsisten, kelemahan sistem hukum, serta keterbatasan kesadaran hukum masyarakat. Oleh karena itu, diperlukan ketegasan aparat penegak hukum dalam menerapkan ketentuan Pasal 374 KUHP mengenai penggelapan dalam jabatan, serta peningkatan prinsip kehati-hatian dalam pelaksanaan tugas Notaris/PPAT agar ke depan dapat tercipta kepastian hukum dan keadilan bagi semua pihak.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">PPAT (Pejabat Pembuat Akta Tanah)</mods:classification><mods:classification authority="lcc">Notaris</mods:classification><mods:classification authority="lcc">Penggelapan</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8061">2025</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Universitas Pakuan;KODEPRODI74201#ILMU HUKUM</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mets:xmlData></mets:mdWrap></mets:dmdSec><mets:amdSec ID="TMD_eprint_10642"><mets:rightsMD ID="rights_eprint_10642_mods"><mets:mdWrap MDTYPE="MODS"><mets:xmlData><mods:useAndReproduction>
<p xmlns="http://www.w3.org/1999/xhtml"><strong>For work being deposited by its own author:</strong> 
In self-archiving this collection of files and associated bibliographic 
metadata, I grant Repository Universitas Pakuan the right to store 
them and to make them permanently available publicly for free on-line. 
I declare that this material is my own intellectual property and I 
understand that Repository Universitas Pakuan does not assume any 
responsibility if there is any breach of copyright in distributing these 
files or metadata. (All authors are urged to prominently assert their 
copyright on the title page of their work.)</p>

<p xmlns="http://www.w3.org/1999/xhtml"><strong>For work being deposited by someone other than its 
author:</strong> I hereby declare that the collection of files and 
associated bibliographic metadata that I am archiving at 
Repository Universitas Pakuan) is in the public domain. If this is 
not the case, I accept full responsibility for any breach of copyright 
that distributing these files or metadata may entail.</p>

<p xmlns="http://www.w3.org/1999/xhtml">Clicking on the deposit button indicates your agreement to these 
terms.</p>
    </mods:useAndReproduction></mets:xmlData></mets:mdWrap></mets:rightsMD></mets:amdSec><mets:fileSec></mets:fileSec><mets:structMap><mets:div DMDID="DMD_eprint_10642_mods" ADMID="TMD_eprint_10642"></mets:div></mets:structMap></mets:mets>