    {
      "status_changed": "2026-04-18 06:05:08",
      "divisions": [
        "sch_che"
      ],
      "contributors": [
        {
          "name": {
            "honourific": null,
            "given": "Yulianita",
            "lineage": null,
            "family": "Yulianita"
          },
          "type": "http:\/\/www.loc.gov\/loc.terms\/relators\/THS"
        },
        {
          "name": {
            "honourific": null,
            "given": "Usep",
            "lineage": null,
            "family": "Suhendar"
          },
          "type": "http:\/\/www.loc.gov\/loc.terms\/relators\/THS"
        }
      ],
      "date": "2025-05-15",
      "thesis_name": "Sarjana",
      "institution": "Universitas Pakuan",
      "uri": "http:\/\/eprints.unpak.ac.id\/id\/eprint\/10652",
      "abstract": "PERBANDINGAN KADAR ALKALOID EKSTRAK\r\nDAUN MAHKOTA DEWA (Phaleria macrocarpa) MENGGUNAKAN METODE\r\nMASERASI DAN ULTRASOUND ASSISTED EXTRACTION\r\nDea Fazira, Yulianita, Usep Suhendar\r\nProgram Studi Farmasi, Fakultas MIPA, Universitas Pakuan\r\nEmail : Deafazira17@gmail.com\r\nABSTRAK\r\nMahkota Dewa atau dalam bahasa latin disebut Phaleria macrocarpa merupakan\r\ntanaman yang berasal dari kawasan tropis di Asia Tenggara. Salah satu bagian yang\r\nbiasanya dimanfaatkan yaitu daun yang memiliki kandungan senyawa seperti alkaloid,\r\nflavonoid, tanin dan saponin. Penetapan kadar alkaloid pada buah mahkota dewa sudah\r\ndilakukan sebelumnya. Namun penetapan kadar alkaloid pada daun mahkota dewa\r\nsampai saat ini belum dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kadar\r\nalkaloid yang terkandung dalam ekstrak daun mahkota dewa menggunakan metode\r\nekstraksi yang berbeda yaitu maserasi dan UAE, serta menganalisis metode yang lebih\r\noptimal antara keduanya. Pelarut yang digunakan yaitu etanol 70%. Maserasi dilakukan\r\ndengan cara merendam seluruh bagian tanaman dalam wadah yang kedap udara pada\r\nsuhu ruang selama 3 hari sedangkan UAE dilakukan dengan alat sanikator yang\r\nmelibatkan getaran gelombang ultrasonik dengan frekuensi diatas 20kHz pada suhu\r\n40⁰C selama 1 jam. Kemudian dilakukan analisis kadar alkaloid menggunakan metode\r\nspektrofotometri UV pada panjang gelombang maksimum 275 nm. Hasil kadar alkaloid\r\nekstrak daun mahkota dewa menggunakan metode maserasi yaitu 0,3520%, sedangkan\r\nmetode UAE mencapai 0,3933%. Analisis statistik menunjukkan bahwa perbedaan\r\nantara kedua metode tidak signifikan, metode UAE dapat disimpulkan sebagai metode\r\nyang lebih baik karena menghasilkan kadar alkaloid yang lebih tinggi dalam waktu\r\nekstraksi yang lebih singkat dibandingkan metode maserasi.\r\nKata kunci : Mahkota dewa, Kadar alkaloid, Maserasi, UAE",
      "dir": "disk0\/00\/01\/06\/52",
      "ispublished": "pub",
      "metadata_visibility": "show",
      "eprint_status": "archive",
      "department": "Fakultas Matematika dan Pengetahuan Alam",
      "eprintid": 10652,
      "lastmod": "2026-04-18 06:05:08",
      "userid": 46,
      "date_type": "published",
      "datestamp": "2026-04-18 06:05:08",
      "type": "thesis",
      "corp_creators": [
        "Universitas Pakuan",
        "Fakultas Matematika dan Ilmu Pnegetahuan Alam",
        "Program Studi Farmasi"
      ],
      "title": "PERBANDINGAN KADAR ALKALOID EKSTRAK\r\nDAUN MAHKOTA DEWA (Phaleria macrocarpa) MENGGUNAKAN METODE\r\nMASERASI DAN ULTRASOUND ASSISTED EXTRACTION",
      "thesis_type": "Skripsi",
      "creators": [
        {
          "name": {
            "honourific": null,
            "given": "Dea",
            "lineage": null,
            "family": "Fazira"
          },
          "NPM": 66119175
        }
      ],
      "subjects": [
        "QL"
      ],
      "rev_number": 6,
      "full_text_status": "none"
    }