<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>PERBANDINGAN KADAR ALKALOID EKSTRAK&#13;
DAUN MAHKOTA DEWA (Phaleria macrocarpa) MENGGUNAKAN METODE&#13;
MASERASI DAN ULTRASOUND ASSISTED EXTRACTION</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Dea</mods:namePart><mods:namePart type="family">Fazira</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>PERBANDINGAN KADAR ALKALOID EKSTRAK&#13;
DAUN MAHKOTA DEWA (Phaleria macrocarpa) MENGGUNAKAN METODE&#13;
MASERASI DAN ULTRASOUND ASSISTED EXTRACTION&#13;
Dea Fazira, Yulianita, Usep Suhendar&#13;
Program Studi Farmasi, Fakultas MIPA, Universitas Pakuan&#13;
Email : Deafazira17@gmail.com&#13;
ABSTRAK&#13;
Mahkota Dewa atau dalam bahasa latin disebut Phaleria macrocarpa merupakan&#13;
tanaman yang berasal dari kawasan tropis di Asia Tenggara. Salah satu bagian yang&#13;
biasanya dimanfaatkan yaitu daun yang memiliki kandungan senyawa seperti alkaloid,&#13;
flavonoid, tanin dan saponin. Penetapan kadar alkaloid pada buah mahkota dewa sudah&#13;
dilakukan sebelumnya. Namun penetapan kadar alkaloid pada daun mahkota dewa&#13;
sampai saat ini belum dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kadar&#13;
alkaloid yang terkandung dalam ekstrak daun mahkota dewa menggunakan metode&#13;
ekstraksi yang berbeda yaitu maserasi dan UAE, serta menganalisis metode yang lebih&#13;
optimal antara keduanya. Pelarut yang digunakan yaitu etanol 70%. Maserasi dilakukan&#13;
dengan cara merendam seluruh bagian tanaman dalam wadah yang kedap udara pada&#13;
suhu ruang selama 3 hari sedangkan UAE dilakukan dengan alat sanikator yang&#13;
melibatkan getaran gelombang ultrasonik dengan frekuensi diatas 20kHz pada suhu&#13;
40⁰C selama 1 jam. Kemudian dilakukan analisis kadar alkaloid menggunakan metode&#13;
spektrofotometri UV pada panjang gelombang maksimum 275 nm. Hasil kadar alkaloid&#13;
ekstrak daun mahkota dewa menggunakan metode maserasi yaitu 0,3520%, sedangkan&#13;
metode UAE mencapai 0,3933%. Analisis statistik menunjukkan bahwa perbedaan&#13;
antara kedua metode tidak signifikan, metode UAE dapat disimpulkan sebagai metode&#13;
yang lebih baik karena menghasilkan kadar alkaloid yang lebih tinggi dalam waktu&#13;
ekstraksi yang lebih singkat dibandingkan metode maserasi.&#13;
Kata kunci : Mahkota dewa, Kadar alkaloid, Maserasi, UAE</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">Farmasi</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8061">2025-05-15</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Universitas Pakuan;Fakultas Matematika dan Pengetahuan Alam</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>