<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>Analisis Penanganan Tindak Pidana Perdagangan Orang Sebagai Kejahatan Transnasional Melalui Kerjasama Antar Kepolisian Negara Republik Indonesia (POLRI) Dengan Australian Federal Police (AFP)</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Qorin</mods:namePart><mods:namePart type="family">Fachrina</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Asmak</mods:namePart><mods:namePart type="family">ul Hosnah</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Roby</mods:namePart><mods:namePart type="family">Satya Nugraha</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Tindak pidana perdagangan orang (TPPO) (TPPO) merupakan kejahatan transnasional yang mengancam hak asasi manusia dan melibatkan jaringan lintas negara. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi kerja sama antara Kepolisian Negara Republik Indonesia (POLRI) dengan Australian Federal Police (AFP) dalam menangani TPPO, mengidentifikasi hambatan yang dihadapi, serta merumuskan strategi peningkatan efektivitas kerja sama tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah normatif-yuridis dengan pendekatan deskriptif-analitis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun kerja sama antara POLRI dan AFP telah mencakup berbagai aspek penting seperti pertukaran informasi, pelatihan bersama, dan perjanjian bilateral, namun implementasinya masih menghadapi kendala struktural, yuridis, teknis, dan kultural. Upaya peningkatan dilakukan melalui penguatan forum bilateral, optimalisasi JCLEC, pertukaran personel, dan pembentukan satuan tugas gabungan. Kesimpulan dari penelitian ini menekankan pentingnya harmonisasi sistem hukum, pembaruan instrumen kerja sama, dan peningkatan kapasitas kelembagaan untuk menjawab tantangan penanganan TPPO secara efektif dan berkelanjutan.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">Perdagangan Orang/Human Trafficking</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8061">2025</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Universitas Pakuan;KODEPRIODI74021#ILMU HUKUM</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>