<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DENGAN SIKAP SWAMEDIKASI BATUK&#13;
PADA MASYARAKAT DI KELURAHAN DUREN MEKAR</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Irna</mods:namePart><mods:namePart type="family">Suylistiyowati</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DENGAN SIKAP SWAMEDIKASI BATUK&#13;
PADA MASYARAKAT DI KELURAHAN DUREN MEKAR&#13;
Irna Sulistiyowati, Nisa Najwa Rokmah, Nhadira Nhestricia&#13;
Program Studi Farmasi, FMIPA, Universitas Pakuan, Bogor, 16134 1 Irnasulistiyowati16@gmail.com*; *;&#13;
nhadira.nhestricia@unpak.ac.&#13;
INFO ARTIKEL ABSTRAK&#13;
Sejarah artikel :&#13;
Diterima&#13;
Revisi&#13;
Dipublikasi&#13;
Kata kunci&#13;
Batuk, Masyarakat,&#13;
Pengetahuan, sikap,&#13;
Swamedikasi&#13;
Gejala&#13;
Batuk adalah refleks yang dipicu oleh iritasi di paru-paru atau saluran&#13;
pernapasan dan berfungsi sebagai mekanisme alami untuk membersihkan saluran&#13;
udara dari lendir, zat, atau benda asing. Batuk dapat diatasi melalui pengobatan&#13;
sendiri; namun, pengobatan sendiri dapat menyebabkan konsekuensi negatif jika&#13;
dilakukan secara tidak tepat. Pengetahuan yang memadai sangat penting dalam&#13;
membentuk sikap dan perilaku yang tepat terhadap pengobatan sendiri. Penelitian&#13;
ini bertujuan untuk meneliti hubungan antara pengetahuan dengan sikap&#13;
swamedikasi batuk pada masyarakat di Kelurahan Duren Mekar. Penelitian ini&#13;
merupakan penelitian kuantitatif dengan desain non-eksperimental. Penelitian ini&#13;
menggunakan metode pengambilan sampel bertujuan dan pendekatan potong&#13;
lintang. Responden adalah individu dari masyarakat di Kelurahan Duren Mekar&#13;
yang sebelumnya telah melakukan swamedikasi batuk. Instrumen yang digunakan&#13;
dalam penelitian ini adalah kuesioner tervalidasi yang terdiri dari tiga kategori:&#13;
pengetahuan, sikap, dan perilaku. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 44,6%&#13;
responden memiliki tingkat pengetahuan yang baik, 41,8% memiliki tingkat&#13;
pengetahuan sedang, dan 13,6% memiliki tingkat pengetahuan rendah. Dari segi&#13;
sikap, 46,4% diklasifikasikan memiliki sikap yang baik, 42,7% sedang, dan 10,9%&#13;
buruk. Analisis uji Spearman Rho mengungkapkan hubungan yang signifikan&#13;
antara tingkat pengetahuan dan sikap pengobatan sendiri (p=0,000).</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">Farmasi</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8061">2025-06-29</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Universitas Pakuan;Fakultas Matematika dan Pengetahuan Alam</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>