relation: http://eprints.unpak.ac.id/10761/ title: Penerapan Sanksi Pidana Dalam Tindak Pidana Pornografi yang Dilakukan Selebgram/Content Creator Gusti Ayu Dewanti (Studi Kasus Keputusan Perkara Nomor : 2086/K/Pid.Sus/2023) creator: Iybah Safitri, Hana creator: Prihatini, Lilik creator: Satya Nugraha, Roby subject: Pornografi description: Tindak pidana pornografi dapat terjadi di pertunjukan dimuka umum dalam berbagai bentuk media baik media cetak seperti melalui surat kabar, majalah, tabloid dan media cetak sejenisnya, maupun melalui media eletronik dapat dilihat di dalam film, kaset dan rekaman handphone dan/atau alat komunikasi lainnya. perkembangan terjadinya tindak pidana pornografi di masyarakat dilatarbelakangi beberapa faktor penyebab seperti; faktor ekonomi, faktor rendahnya kesadaran hukum dan penegakan hukum yang lemah terhadap tindak pidana pornografi, faktor psikologis, faktor perkembangan teknologi, dan faktor sosial dan budaya. Hal ini memberikan dampak megatif seperti penyebaran informasi bermuatan pornografi yang menjadi perhatian serius dari semua pihak, baik individu, anak-anak, maupun masyarakat. Pornografi merupakan pelanggaran paling banyak terjadi di dunia maya dengan menampilkan foto, cerita, video dan gambar bergerak. Sebagai contoh Kasus yang menjerat seorang selebgram/conten creator wanita asal Jakarta Selatan yang diputus melakukan tindak pidana pornografi dalam Putusan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan Nomor : 2086 K/Pid.Sus/2023/PN Jkt Sel. Membuat konten pornografi pada platfrom onlyfans yang melanggar Pengaturan Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi. Pada kasus tersebut terdapat perbedaan penerapan penjatuhan sanksi pidana antara nuntutan Jaksa Penuntut Umum dengan putusan Pengadilan Tingkat Pertama, Tingkat Banding, dan Putusan Kasasi. Hal inilah yang menjadi latar belakang dilakukannya penelitian hukum ini. Permasalahan yang akan dikaji dalam penulisan hukum ini yaitu: Apa saja faktor dan dampak tindak pidana pornografi bagi masyarakat?; 2) Bagaimana pertimbangan Hakim dalam penerapan penjatuhan sanksi pidana terhadap pelaku tindak pidana ponografi dalam kasus Gusti Ayu Dewanti dari adanya perbedaan antara tuntutan Jaksa Penuntut Umum dengan putusan Pengadilan Tingkat Pertama, Tingkat Banding, dan Putusan Kasasi?. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian normatif yang didukung dengan penelitian hukum empiris. Penelitian hukum bersifat deskriptif analitis, pengumpulan data dilakukan melalui metode penelitian ustakaan (library research) dan metode penelitian lapangan (field research), pengolahan datanya menggunakan metode kualitatif. Perbedaan putusan pengadilan kasus Gusti Ayu Dewanti menunjukkan kompleksitas dalam penerapan sanksi mengungkapkan perlunya kajian lebih mendalam terhadap pertimbangan am dan konsistensi penegakan hukum. Penelitian ini merekomendasikan ingkatan sosialisasi publik mengenai bahaya pornografi serta diperlukan pula ngkatan koordinasi antar lembaga penegak hukum untuk memastikan efektivitas gakan hukum sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Hannya, penelitian ini dapat berkontribusi pada upaya pencegahan dan nggulangan tindak pidana pornografi yang lebih efektif dan berkeadilan date: 2025 type: Thesis type: NonPeerReviewed identifier: Iybah Safitri, Hana and Prihatini, Lilik and Satya Nugraha, Roby (2025) Penerapan Sanksi Pidana Dalam Tindak Pidana Pornografi yang Dilakukan Selebgram/Content Creator Gusti Ayu Dewanti (Studi Kasus Keputusan Perkara Nomor : 2086/K/Pid.Sus/2023). Skripsi thesis, Universitas Pakuan.