<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>“Analisis Budaya Organisasi Menggunakan Metode &#13;
Organizational Culture Assessment Instrument (OCAI) Pada Hotel Salak The Heritage&#13;
Bogor</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Hardiyansyah</mods:namePart><mods:namePart type="family">Hardiyansyah</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Wonny Ahmad</mods:namePart><mods:namePart type="family">Ridwan</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Dewi</mods:namePart><mods:namePart type="family">Taurusyanti</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>HARDIYANSYAH. 021121057. Program Studi Manajemen, Konsentrasi Manajemen &#13;
Sumber Daya Manusia dengan Judul “Analisis Budaya Organisasi Menggunakan Metode &#13;
Organizational Culture Assessment Instrument (OCAI) Pada Hotel Salak The Heritage&#13;
Bogor”, dibawah bimbingan WONNY AHMAD RIDWAN dan DEWI TAURUSYANTI, &#13;
2025.&#13;
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi profil budaya organisasi di Hotel Salak The &#13;
Heritage Bogor dengan menggunakan pendekatan Organizational Culture Assessment &#13;
Instrument (OCAI) yang dikembangkan oleh Cameron dan Quinn. Analisis dilakukan &#13;
berdasarkan enam dimensi utama budaya organisasi, yaitu karakteristik dominan, &#13;
kepemimpinan organisasi, pengelolaan karyawan, perekat organisasi, penekanan strategis, dan &#13;
kriteria keberhasilan.&#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya organisasi yang saat ini berlaku (current) &#13;
didominasi oleh tipe Hierarchy Culture, yang menekankan struktur, stabilitas, dan kontrol. &#13;
Sementara itu, budaya organisasi yang diharapkan (preferred) oleh responden cenderung &#13;
mengarah pada Adhocracy Culture, yang menekankan inovasi, fleksibilitas, dan keberanian &#13;
dalam mengambil risiko. Pada dimensi kriteria keberhasilan, responden lebih mengharapkan &#13;
tipe Clan Culture yang menekankan kerja sama dan nilai kekeluargaan.&#13;
Perbedaan signifikan antara budaya saat ini dan yang diharapkan menunjukkan adanya &#13;
kebutuhan dan keinginan untuk melakukan perubahan budaya organisasi. Oleh karena itu, &#13;
organisasi perlu mengarahkan transformasi budaya ke arah yang lebih inovatif, kolaboratif, &#13;
dan adaptif, guna meningkatkan efektivitas kinerja dan daya saing di industri perhotelan.&#13;
Kata Kunci: Organizational Culture Assessment Instrument, Budaya Organisasi</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">Manajemen sumber daya manusia</mods:classification><mods:classification authority="lcc">Manajemen</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8061">2025-07-25</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Universitas Pakuan;Program Studi Manajemen</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>