@phdthesis{eprintsunpak10888, year = {2025}, title = {Analisis Yuridis Terhadap Kedudukan Anak Akibat Pembatalan Perkawinan Sedarah Berdasarkan Putusan Pengadilan Nomor 1160/Pdt.G/2018/PA.Bms}, author = {Raden Ario Mangkunegoro and Farahdinny Siswajanthy and Dinalara D. Butar-butar}, school = {Universitas Pakuan}, url = {http://eprints.unpak.ac.id/10888/}, abstract = {Perkawinan sedarah (Incest) adalah perkawinan yang dilakukan oleh dua orang yang masih terdapat hubungan sedarah, baik dari garis lurus keatas, samping, atau bawah. Secara sosial, perkawinan incest adalah perkawinan tidak sah akan tetapi menurut negara dan hukum Islam masih belum jelas, oleh karena itu penulis ingin melakukan penelitian tentang hal tersebut. Dengan pokok bahasan sebagai berikut yaitu (1) Bagaimana kedudukan anak yang dilahirkan akibat pembatalan perkawinan sedarah pada Perkara Nomor 1160/Pdt.G/2018/PA.Bms?, (2) Bagaimana hak waris anak yang dilahirkan akibat pembatalan perkawinan sedarah pada Perkara Nomor 1160/Pdt.G/2018/PA.Bms?. Hasil dari penelitian ini yaitu (1) Status anak yang dilahirkan akibat pembatalan perkawinan sedarah disebut sebagai anak sumbang. Tetapi bila dari perkawinan tersebut telah terjadi pembatalan, maka status anak tersebut tetap dianggap sebagai anak sah. (2) Dalam hal hak waris anak yang telah dilahirkan dari perkawinan sedarah (incest), anak sumbang ini tetap mempunyai status hukum sebagai anak sah sehingga anak ini berhak untuk memperoleh seluruh harta warisan kedua orang tuanya. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian hukum normatif, sifat penelitian adalah penelitian hukum deskriptif analitis, teknik pengumpulan data menggunakan penelitian kepustakaan (library research), analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis kualitatif.} }