eprintid: 10967 rev_number: 8 eprint_status: archive userid: 44 dir: disk0/00/01/09/67 datestamp: 2026-10-05 02:13:38 lastmod: 2026-10-05 02:13:38 status_changed: 2026-10-05 02:13:38 type: thesis metadata_visibility: show creators_name: Zaki Rizaldi, Muhammad creators_name: Wuisang, Ari creators_name: Sukmana, Sobar creators_NPM: 010122320 creators_NPM: NIDN0408017802 creators_NPM: NIDN0429097004 contributors_type: http://www.loc.gov/loc.terms/relators/THS contributors_type: http://www.loc.gov/loc.terms/relators/THS contributors_name: Wuisang, Ari contributors_name: Sukmana, Sobar contributors_NIDN: NIDN0408017802 contributors_NIDN: NIDN0429097004 corp_creators: Universitas Pakuan corp_creators: KODEPRODI74201#ILMU HUKUM title: Analisis Perjanjian Ekstradisi Indonesia Singapura Tanggal 25 Januari 2022 Tentang Ekstradisi Buronan (Treaty Between The Government Of The Republik Indonesia Of The Government Of The Republic Of Singapore For The Extradition Of Fugitives) Studi Kasus Upaya Ekstradisi Paulus Tannos Ke Indonesia ispublished: pub subjects: DPO subjects: PerjanjianEkstradisi divisions: sch_art full_text_status: none abstract: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis urgensi dan efektivitas Perjanjian antara Pemerintah Republik Indonesia dan Pemerintah Republik Singapura yang ditandatangani pada 25 Januari 2022 dalam upaya pemberantasan tindak pidana transnasional. Fokus utama penelitian ini adalah mengkaji mekanisme hukum ekstradisi buronan pasca ratifikasi perjanjian tersebut melalui studi kasus upaya ekstradisi Paulus Tannos, Tersangka Kasus Korupsi Pengadaaan KTP Elektronik yang hingga kini masih berada di luar negeri. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan (statute approach) dan pendekatan kasus (case approach). Data penelitian bersumber dari data sekunder berupa literatur hukum serta data primer yang diperoleh melalui wawancara mendalam dengan pihak Direktorat Otoritas Pusat dan Hukum Internasional (OPHI) Kementerian Hukum dan HAM RI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Perjanjian Ekstradisi 2022 memberikan landasan hukum yang lebih kuat dibandingkan kesepakatan sebelumnya, terutama melalui pemberlakuan masa retroaktif selama 18 tahun yang memungkinkan pengejaran terhadap pelaku kejahatan masa lalu. Namun dalam studi kasus Paulus Tannos, upaya ekstradisi menghadapi tantangan kompleksitas yurisdiksi dan perubahan status kewarganegaraan subjek hukum yang memerlukan koordinasi diplomasi hukum yang intensif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa meskipun instrumen hukum telah mersedia, keberhasilan ekstradisi sangat bergantung pada kemauan politik (political will) kedua negara serta optimalisasi jalur kerja sama timbal balik dalam masalah pidana untuk mengatasi hambatan administratif dan teknis di lapangan. date: 2026 date_type: published institution: Universitas Pakuan department: KODEPRODI74201#ILMU HUKUM thesis_type: Skripsi thesis_name: Sarjana citation: Zaki Rizaldi, Muhammad and Wuisang, Ari and Sukmana, Sobar (2026) Analisis Perjanjian Ekstradisi Indonesia Singapura Tanggal 25 Januari 2022 Tentang Ekstradisi Buronan (Treaty Between The Government Of The Republik Indonesia Of The Government Of The Republic Of Singapore For The Extradition Of Fugitives) Studi Kasus Upaya Ekstradisi Paulus Tannos Ke Indonesia. Skripsi thesis, Universitas Pakuan.