<mets:mets OBJID="eprint_10976" LABEL="Eprints Item" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/METS/ http://www.loc.gov/standards/mets/mets.xsd http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mets="http://www.loc.gov/METS/" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mets:metsHdr CREATEDATE="2026-10-07T01:38:18Z"><mets:agent ROLE="CUSTODIAN" TYPE="ORGANIZATION"><mets:name>Repository Universitas Pakuan</mets:name></mets:agent></mets:metsHdr><mets:dmdSec ID="DMD_eprint_10976_mods"><mets:mdWrap MDTYPE="MODS"><mets:xmlData><mods:titleInfo><mods:title>Analisis Yuridis Terhadap Ingkar Janji Menikah Sebagai Perbuatan Melawan Hukum (Studi Kasus Perkara Nomor: 18 Pdt.G/2023/PN Mgg Jo. Nomor 414/Pdt/2024/PT Smg)</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Marthin</mods:namePart><mods:namePart type="family">Susanto Mainke</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Farahdinny</mods:namePart><mods:namePart type="family">Siswajanthy</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Dinalara</mods:namePart><mods:namePart type="family">D. Butar-butar</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Ingkar janji menikahi merupakan perbuatan yang sering terjadi dalam hubungan pribadi antara laki-laki dan perempuan, namun dalam praktiknya dapat menimbulkan akibat hukum apabila perbuatan tersebut menyebabkan kerugian bagi salah satu pihak. Dalam hukum perdata Indonesia, janji menikah tidak diatur secara tegas sebagai suatu perjanjian yang menimbulkan hubungan hukum sebagaimana diatur dalam Buku III Kitab Undang-Undang Hukum Perdata. Meskipun demikian, perkembangan praktik peradilan menunjukkan bahwa tindakan ingkar janji menikah dalam keadaan tertentu dapat dikualifikasikan sebagai perbuatan melawan hukum sebagaimana diatur dalam Pasal 1365 KUHPerdata, terutama apabila perbuatan tersebut dilakukan tanpa kad baik, bertentangan dengan norma kepatutan dan kesusilaan, serta menimbulkan kerugian bagi pihak lain. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis apakah tindakan ingkar janji menikahi dapat dikualifikasikan sebagai perbuatan melawan hukum berdasarkan Pasal 1365 KUHPerdata serta untuk mengetahui bentuk tanggung jawab hukum dan ganti rugi yang dapat dikenakan terhadap pihak yang melakukan ingkar janji menikahi. Selain itu, penelitian ini juga menganalisis pertimbangan hakim dalam memutus perkara ingkar janji menikahi dengan menggunakan teori perlindungan hukum dan meri kepastian hukum. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan, pendekatan Konseptual, dan pendekatan kasus. Pendekatan kasus dilakukan dengan mengkaji Putusan Nomor 18/Pdt.G/2023/PN.Mgg jo. Putusan Nomor 44 Pdt/2024/PT.Smg. guna mengetahui penerapan hukum serta pertimbangan hakim dalam menilai unsur-unsur perbuatan melawan hukum. Bahan hukum wang digunakan terdiri dari bahan hukum primer, sekunder, dan tersier yang dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ingkar janji menikahi dapat dikualifikasikan sebagai perbuatan melawan hukum apabila memenuhi unsur-unsur perbuatan melawan hukum, yaitu adanya perbuatan, stat melawan hukum, unsur kesalahan, adanya kerugian, serta hubungan kausal antara perbuatan dan kerugian yang ditimbulkan. Dalam perkara yang diteliti, hakim menilai bahwa perbuatan tergugat melanggar asas kepatutan, Hati-hatian, dan norma kesusilaan yang hidup dalam masyarakat, sehingga menimbulkan kerugian immateriil bagi penggugat. Bentuk tanggung jawab hukum yang dikenakan berupa kewajiban membayar ganti rugi immateriil shagai wujud perlindungan hukum dan upaya mewujudkan kepastian hukum.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">Wanprestasi</mods:classification><mods:classification authority="lcc">Pernikahan/Perkawinan</mods:classification><mods:classification authority="lcc">Perbuatan Melawan Hukum</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8061">2026</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Universitas Pakuan;KODEPRODI74201#ILMU HUKUM</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mets:xmlData></mets:mdWrap></mets:dmdSec><mets:amdSec ID="TMD_eprint_10976"><mets:rightsMD ID="rights_eprint_10976_mods"><mets:mdWrap MDTYPE="MODS"><mets:xmlData><mods:useAndReproduction>
<p xmlns="http://www.w3.org/1999/xhtml"><strong>For work being deposited by its own author:</strong> 
In self-archiving this collection of files and associated bibliographic 
metadata, I grant Repository Universitas Pakuan the right to store 
them and to make them permanently available publicly for free on-line. 
I declare that this material is my own intellectual property and I 
understand that Repository Universitas Pakuan does not assume any 
responsibility if there is any breach of copyright in distributing these 
files or metadata. (All authors are urged to prominently assert their 
copyright on the title page of their work.)</p>

<p xmlns="http://www.w3.org/1999/xhtml"><strong>For work being deposited by someone other than its 
author:</strong> I hereby declare that the collection of files and 
associated bibliographic metadata that I am archiving at 
Repository Universitas Pakuan) is in the public domain. If this is 
not the case, I accept full responsibility for any breach of copyright 
that distributing these files or metadata may entail.</p>

<p xmlns="http://www.w3.org/1999/xhtml">Clicking on the deposit button indicates your agreement to these 
terms.</p>
    </mods:useAndReproduction></mets:xmlData></mets:mdWrap></mets:rightsMD></mets:amdSec><mets:fileSec></mets:fileSec><mets:structMap><mets:div DMDID="DMD_eprint_10976_mods" ADMID="TMD_eprint_10976"></mets:div></mets:structMap></mets:mets>