%D 2026 %A Cinta Sabrinna %A Fredi Andria %A Eka Patra %X CINTA SABRINNA. 021122112. Realizing KBKI : Through An Intellectual Property Rights�Based MSMEs Curation Strategy In Kemang District. Di bawah bimbingan : FREDI ANDRIA dan EKA PATRA. 2026. Kecamatan Kemang memiliki UMKM yang beraneka ragam yang berpotensi untuk diajukan pendaftarannya HKI, namun masih banyak kekurangan seperti biaya, tidak adanya standar operasional dan usia yang tidak muda lagi akibatnya program DJKI berupa pendaftaran legalitas usaha secara online belum dimanfaatkan. Kesenjangan antara potensi HKI dan kondisi aktual UMKM di Kecamatan Kemang sangat besar karena UMKM masih memandang HKI sebagai sesuatu yang eksklusif dan mahal sehingga banyak produk lokal belum dapat terlindungi. Tujuan dari kegiatan studi independen ini untuk memberikan rekomendasi aspek HKI yang relevan untuk diajukan pendaftarannya oleh masing-masing UMKM yang telah dikurasi. Metode yang digunakan yaitu pendekatan deskriptif eksploratif dengan pengolahan data yang lebih mendalam dan komprehensif menggunakan metode analisis data mining (K-means) untuk memetakan UMKM yang berpotensi dan analisis jaring laba-laba untuk melihat tingkat kesiapan UMKM menuju KBKI. Hasil dari penelitian terdapat sebanyak 100 UMKM di Kecamatan Kemang setelah dilakukannya kurasi hanya terdapat 32 UMKM yang sesuai dengan kriteria HKI yang sudah ditentukan. Pemetaan UMKM dilakukan dengan data mining metode K-means cluster menghasilkan between sum of squares sebesar 34,4%, selanjutnya pemetaan membentuk 2 cluster dari hasil penetapan jumlah cluster dengan metode elbow, menghasilkan cluster 1 dengan jenis usaha yang mendominasi yaitu Craft terdapat di Desa Kemang, Jampang, Pabuaran, Parakan Jaya, Pondok Udik, Tegal, dan Kelurahan Atang Senjaya dan cluster 2 jenis usaha yang mendominasi yaitu kuliner di Desa Bojong dan Desa Semplak Barat setelah dilakukannya pemetaan maka dilanjutkan analisis spider web menghasilkan interpretasi bahwa sebagian besar desa unggul pada aspek merek dengan di ikuti oleh aspek desain industri dan hak cipta. Hasil interpretasi dapat diketahui terdapat 4 desa yang memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi KBKI yaitu Kelurahan Atang Senjaya dapat dikembangkan menjadi kawasan kampung batik karena memiliki 4 pengrajin batik, Desa Pondok udik yang produk lebih banyak berasal dari Craft, Desa Pabuaran kerajinan sepatu dan yang terakhir yaitu Desa Semplak Barat arung jeram dan sentra pembuatan dodol. Penelitian ini akan menjadikan UMKM di Kecamatan Kemang menuju level up karena memiliki HKI dan membangun ekosistem wilayah dengan budaya legalitas usaha yang tinggi sehingga menjadi daya tarik bagi masyarakat sehingga menciptakan multiplier effect. Kata Kunci : Hak Kekayaan Intelektual, Kurasi, UMKM, Clustering, Spider Web Analysis. %I Universitas Pakuan %T Realizing KBKI : Through An Intellectual Property Rights�Based MSMEs Curation Strategy In Kemang District %L eprintsunpak10999