<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>OPTIMASI FORMULA EKSTRAK BROKOLI (Brassica oleracea L. Val&#13;
Italica) DENGAN VARIASI AVICEL PH 102 DAN TWEEN 80 DENGAN&#13;
METODE SIMPLEX LATTICE DESIGN</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Salwa Nurul</mods:namePart><mods:namePart type="family">Azizah</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>OPTIMASI FORMULA EKSTRAK BROKOLI (Brassica oleracea L. Val&#13;
Italica) DENGAN VARIASI AVICEL PH 102 DAN TWEEN 80 DENGAN&#13;
METODE SIMPLEX LATTICE DESIGN&#13;
Erni Rustiani1)&#13;
, Rini Ambarwati2)&#13;
, Salwa Nurul Azizah3)&#13;
1,2,3) Program Studi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Unviersitas Pakuan Bogor&#13;
Jalan Pakuan PO BOX 452. Bogor 16143&#13;
salwanurul212@gmail.com&#13;
Abstrak&#13;
Brokoli (Brassica oleracea L. var. italica) adalah tanaman yang banyak mengandung zat gizi, seperti protein,&#13;
vitamin dan mineral. Brokoli mengandung flavonoid, termasuk kuersetin, yang memiliki sifat antioksidan, kuersetin&#13;
termasuk ke dalam senyawa kelas II menurut Biopharmaceutics Classification System (BCS) dengan kelarutan rendah&#13;
dan permeabilitas tinggi sehingga mempengaruhi bioavaibilitas. Maka dilakukan salah satu upaya untuk&#13;
meningkatkan kelarutannya yaitu dengan menambahkan tween 80. Formula optimum ekstrak brokoli dengan variasi&#13;
konsentrasi tween 80 dan avicel PH 102 menggunakan Metode Simplex Lattice Design berdasarkan hasil laju disolusi,&#13;
dibuat dengan 9 formula. Tween sebagai surfaktan memiliki batas bawah 50 gram dan batas atas 70 gram, sedangkan&#13;
avicel sebagai pengisi memiliki batas bawah 80 gram dan batas atas 100 gram. Berdasarkan pengujian menunjukkan&#13;
bahwa penambahan avicel PH 102 dan tween 80 dengan perbandingan 80:70 menurut Simplex Lattice Design dapat&#13;
meningkatkan kelarutan kuersetin. Hasil disolusi yang didapat menunjukkan pelepasan zat aktif maksimal pada&#13;
formula 2 menit ke-45 diperoleh persentase disolusi sebelum optimasi sebesar 83,71% dan setelah optimasi pelepasan&#13;
zat aktif maksimal yaitu pada optimasi-a menit ke 45 diperoleh sebesar 83,68%. Hasil disolusi berada dikisaran nilai&#13;
prediksi yaitu pada 83,04–83,86% sehingga masuk ke dalam kepercayaan 95%&#13;
Keywords: Avicel PH 102, Brokoli, Kuersetin, Simplex Lattice Design, Tween 80.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">Farmasi</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8061">2025</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Universitas Pakuan;Fakultas Matematika dan Pengetahuan Alam</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>