TY - THES AV - none UR - http://eprints.unpak.ac.id/11082/ ID - eprintsunpak11082 N2 - Perceraian merupakan salah satu upaya hukum yang dapat ditempuh oleh istri untuk mengakhiri ikatan perkawinannya apabila terjadi kondisi yang tidak memungkinkan untuk mempertahankan rumah tangga. Salah satu alasan yang sering menjadi dasar gugatan cerai adalah kondisi suami yang mengalami gangguan jiwa. Skripsi ini bertujuan untuk menganalisis proses hukum dalam mengajukan gugatan cerai terhadap suami yang berada dalam keadaan sakit jiwa, baik dari aspek yuridis formal maupun pertimbangan hakim dalam memutus perkara tersebut. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan yuridis normatif dan yuridis empiris, dengan data yang diperoleh melalui studi kepustakaan dan wawancara dengan praktisi hukum serta pihak-pihak yang pernah terlibat dalam kasus serupa. Hasil penelitian yang menunjukkan bahwa meskipun kondisi sakit jiwa bukan secara eksplisit (semua hak dan kewajiban tertulis secara jelas, dan tidak tersirat) yang disebutkan dalam Pasal 39 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan, namun dapat dikategorikan sebagai alasan perceraian apabila terbukti menyebabkan terganggunya keharmonisan rumah tangga dan tidak dapat dipulihkan. TI - Analisis Proses Mengajukan Gugatan Cerai Kepada Suami Yang Dalam Keadaan Sakit Jiwa (Studi Kasus Putusan Nomor. 2509/Pdt.G/2020/PA.Dpk) A1 - Zahra Kalina, Asqia A1 - Istianah, Istianah A1 - Chairijah, Chairijah Y1 - 2025/// M1 - Skripsi PB - Universitas Pakuan ER -