<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>Analisis Financial Distress&#13;
Menggunakan Perbandingan Model Altman, Model Springate, Model Zmijewski, dan Model &#13;
Grover Pada Sektor Energi yang Terdaftar di BEI Periode 2019-2023</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Risma</mods:namePart><mods:namePart type="family">Rahayu</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Oktori Kiswati</mods:namePart><mods:namePart type="family">Zaini</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Abel</mods:namePart><mods:namePart type="family">Gandhy</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>RISMA RAHAYU. 021121439. Program Studi Manajemen. Analisis Financial Distress&#13;
Menggunakan Perbandingan Model Altman, Model Springate, Model Zmijewski, dan Model &#13;
Grover Pada Sektor Energi yang Terdaftar di BEI Periode 2019-2023. Di bawah bimbingan: &#13;
OKTORI KISWATI ZAINI dan ABEL GANDHY. 2025. &#13;
Sektor energi merupakan sektor vital dalam pembangunan ekonomi, pada 2023 peringkat &#13;
kedua dalam kontribusi kapitalisasi pasar Indonesia. Namun, banyak perusahaan energi &#13;
mengalami penurunan laba serta sebanyak 50% diantaranya mencatatkan kerugian selama &#13;
2019–2023 yang mengindikasikan financial distress. Tujuan penelitian untuk menganalisis &#13;
kondisi kesulitan keuangan pada sektor energi menggunakan model Altman, Springate, &#13;
Zmijewski, dan Grover.&#13;
Jenis penelitian deskriptif kuantitatif dengan data sekunder laporan keuangan 18 dari 82 &#13;
perusahaan energi yang dipilih melalui purposive sampling periode 2019–2023. &#13;
Hasil analisis model Altman pada 2019, terindikasi 12 perusahaan distress, 4 gray area, dan &#13;
2 sehat. Pada 2020, 10 distress, 5 gray area, dan 3 sehat. Pada 2021, 10 distress, 4 gray area, &#13;
dan 4 sehat. Pada 2022, 11 distress, 3 gray area, dan 4 sehat. Pada 2023, 11 distress, 3 gray &#13;
area, dan 4 sehat. Model Springate, tahun 2019, 2020, dan 2022 terindikasi 16 distress, dan 2 &#13;
sehat. Pada 2021, 18 distress. Pada 2023, 17 distress, dan 1 sehat.ModelZmijewski pada 2019 &#13;
dan 2022 terindikasi 9 distress, serta 9 sehat. Pada 2020 dan 2021, 8 distress dan 10 sehat. &#13;
Pada 2023, 6 distress, dan 12 sehat. Sedangkan model Grover pada 2019 terindikasi 9 distress, &#13;
dan 9 sehat. Pada 2020 6 distress, 2 gray area, serta 10 sehat. Pada 2021, 6 distress, 1 gray &#13;
area, dan 11 sehat. Pada 2022 dan 2023, 8 distress, dan 10 sehat.&#13;
Kata Kunci : Altman, Springate, Zmijewski, Grover, dan Financial Distress</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">Manajemen keuangan</mods:classification><mods:classification authority="lcc">Manajemen</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8061">2025-05-22</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Universitas Pakuan;Program Studi Manajemen</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>